Trafick Light Tak Berfungsi, Orang Sakit Jiwa Jadi Pengganti Polantas

Salah seorang yang didiuga kuras waras atur lalu lintas di perempatan jalan palapa Kota Kupang

Salah seorang yang didiuga kuras waras atur lalu lintas di perempatan jalan palapa Kota Kupang

Zonalinenews,Kupang – Orang sakit jiwa alias orang gila atau sinting dan dianggap tidak waras biasanya dianggap sebagai orang yang tidak berfungsi. Tetapi, hal ini tidak bagi salah satu orang sakit jiwa di Kota Kupang yang tidak teridentifikasi namanya. Pasalnya, ketika tidak ada anggota Polantas yang menjaga arus lalulintas saat trafick light atau lampu merah di perempatan persisnya di Jalan Palapa tak berfungsi, dengan ketidakwarasannya dirinya tak segan-segan berdiri di tengah-tengah keramaian arus lalulintas tersebut bak anggota Polisi Lalulintas dan mengatur arus lalulintas, Minggu 23 Mei 2015.

Ironisnya, saat lampu merah tersebut tak berfungsi, tidak ada satu pun anggota Polantas berada di area tersebut.

Pantauan Zonalinenews, orang gila tersebut berdiri persis di perempatan Jalan Palapa dengan mengenakan baret warna biru serta sebuah tas kumal dipundaknya dan mengangkat kedua tangannya sambil meniup peluit panjang miliknya bak seorang Polantas yang sedang mengatur arus lalulintas. Ulah orang gila tersebut mengundang perhatian para pengendara yang melintas di area tersebut dan sempat mengurangi laju kendaraannya.

Salah satu pengendara, Ina Lewotan kepada Zonalinenews mengatakan, sikap orang gila tersebut sangat membantu para pengendara yang hendak melintas. Karena jika trafict light tidak berfungsi maka rawan terjadi kecelakaan. Namun, karena melihat ada orang gila yang berdiri di tengah jalan, pengendarapun lebih berhati-hati dan mengurangi laju kendaraannya.

“Meski dia orang gila tetapi dia bisa selamatkan nyawa orang. Karena jika lampu merah tidak berfungsi resiko besar terjadi tabrakan. Beruntung ada dia yang berdiri di tengah jalan sehingga orang-orang bisa kurangi kecepatan kendaraannya,” ungkapnya.

Dirinya berharap, jika trafict light tidak berfungsi pihak Polisi Lalulintas sebagai pihak yang berwewenang seharusnya selalu siap untuk mengatur kendaraan yang lewat. Karena jika tidak maka dapat menimbulkan kecelakaan. “Polantas jangan hanya ke jalan saat tilang saja. Tetapi harus selalu menjaga di setiap perempatan jalan karena trafict light sering tidak berfungsi,”  pintanya.

Sementara itu, Rudi Dethan pengendara lainnya mengatakan, orang sakit jiwa seharusnya diperhatikan dan ditampung oleh pemerintah karena orang sakit jiwa juga mempunyai hak untuk hidup. “Pemerintah tolong perhatikan mereka. Rumah Sakit Jiwa sudah ada kenapa tidak dimanfaatkan. Mereka juga punya hak untuk hidup,” ungkapnya. (*amar)