Walikota Kupang Minta Anak Muda yang Mabuk di Pinggir Jalan Ditangkap

Walikota Kupang Jonas Salean saat berkantor di keluarahan Maulafa Selasa 12 Mei 2015

Walikota Kupang Jonas Salean saat berkantor di keluarahan Maulafa Selasa 12 Mei 2015

Zonalinenews –Kupang, Walikota Kota Kupang Jonas Salean tidak main-main soal tindakan anarkis anak muda yang sering minum-minuman beralkohol (mabuk) di pinggir jalan. Minum mabuk dipinggir jalan menimbulkan anarkis, lalu timbul kasus kriminalitas, sehingga selaku walikota Kupang dirinya meminta agar para anak muda yang mabuk dipinggiran jalan, ditangkap baik oleh aparat Satuan Pol PP maupun oleh Aparat Kepolisian. Demikian Penegasan Walikota Kupang, Jonas Salean saat berkantor di Kelurahan Maulafa menjawab pertanyaan warga Maulafa tentang aksi mabuk –mabukan anak muda dipinggiran jalan yang terkadang menimbulkan kekacauan akibat minum-minuman keras.

Dikatakan, saat ini pihaknya telah membuat peraturan daerah (perda) yang mengatur tentang tata cara pengunaan minuman keras (Miras). Secara kemanusian sopi tidak bisa dilarang untuk beredar karena kebanyakan masyarakat kota kupang gemar atau hobi minum sopi, bahkan sopi (Tuak minuman khas NTT) sudah menjadi lahan bisnis dalam mengais rejeki bagi para pengiris tuak dan penyuling sopi. “Kalau dilarang kasihan orang yang membuat sopi mau makan apa itu sumber penghasilannya. Saya sebagai walikota Juga suka minum-minumam beralkohal namun tidak sampai mabuk, bahkan rata–rata warga kota Kupang gemar minum sopi , ”ungkap Jonas.

Sebagai walikota Kupang, Perda tentang minuman keras tersebut rencananya akan diusulkan di DPRD Kota Kupang untuk dibahas, sehingga peredaran sopi bisa diatur, dan Anak muda yang suka minum sopi atau minuman beralkohol lainnya dipinggir jalan segara diamanakan. Kalau minum di rumah dan tidak membuat keribuatan diijinakan.

Lanjutnya dirinya pernah meminta agar aparat kepolisian untuk tidak menyita sopi–sopi milik para penyuling sopi di kelurahan Sikumana karena rata-rata mereka (penyuling sopi) hidup dari menyuling sopi . “Kasihan kalau usaha mereka ditutup. Untuk itu saya akan mempercepat perda yang mengatur tentang peredaran minumun keras termaksud sopi. Sopi secara standar kesehatan belum menenuhi standart pengujian, namum secara tradisi merupakan kebudayaan yang turun temurun. Belum pernah ada orang yang minum sopi langsung mati karena keracuran, tatapi mati kerena mabuk pasti ada. Kebanyakan pembuat Sopi mengunakan ramuan tradisional dan mengunakan campur akar-akaran namum belum pernah ada yang meninggal karena keracunan sopi,”ujarnya. (*tim)


TAG