Warung Makam dalam dan Luar di Alor Resahkan Warga

Salah satu lokasi Rumah Makan Dalam dan Luar  yang diduga sebagai tempat prostitusi di RT 04 RW 02 Kelurahan Binongko Kabupaten Alor

Salah satu lokasi Rumah Makan Dalam dan Luar yang diduga sebagai tempat prostitusi di RT 04 RW 02 Kelurahan Binongko Kabupaten Alor

Zonalinenews-Alor, Maraknya praktek prostitusi di kabupaten alor dengan kedok warung makan sekaligus praktek prostitusi dengan istilah keren (warung makan dalam dan makan luar) sangat meresahkam warga kabupaten Alor, pasalnya lokasi praktek protitusi dengan dalih warung makan berada ditengah-tengah masyarakat, lokasinya sangat mudah di jangkau oleh semua kalangan termaksud anak dibawah umur. Sebut saja di lokasi Praktek dugaan prostitusi di Kuburan Cina (KBC), Kedelang, Serta Jembatan Hitam, Lokasi protitusi ini rata-rata berdalih warung makan padahal didalamnya tersedia bisnis esek –esek yang sudah berlangsung lama dan menjadi rahasia umum bagi masyarakat Alor.

Warung luar dalam ini sudah tidak lazim lagi bagi masyarakat Kabupaten Alor karena para Pekerja Seks Komersial (PSK) tersebut rata-rata didatangkan dari Pulau Jawa dan serta Kabupaten Lembata dan diduga terindikasi penyakit HIV AIDS . “ Selain Warung luar dan dalam dalam ini lokasi tersebut juga dijadikan tempat penginapan (kamar kosong bagi tamu dan hal ini sudah menjadi hal yang biasa. Demikian diungkapkan salah seorang warga Kalabahi, Stef (DJ) Selasa 26 Mei 2015.

Menurutnya Pemerintah Kabupaten Alor harusnya bisa melakukan penertiban terhadap lokasi warung makan terselubung bisnis prostitusi ini. Pemerintah harus meninjau ulang ijin –ijin w arung karena kebanyakan mengunakan ijin usaha rumah makan, bukan ijin usaha praktek prostitusi atau penginapan. “ Pemerintah harus tinjau ulang ijin warung-warung tersebut sesuai peruntukan,” pintanya.

Dikatakan Stef , lokasi Warung terselubung prostetusi ini, sangatlah istimewa karena berada di tengah masyarakat dan berdekatan juga dengan tempat ibadah yang berjarak kurang lebih 40 meter dari rumah ibadah bahkan ada juga lokasi yang berdekatan dengan sekolah tepatnya di lokasi Kuburan Cina (KBC).

Stef berharap warung luar dalam ini jangan berada di tengah-tengah permukiman karena sangat berpengaruh dengan generasi muda terutama anak dibawah umur . Saya minta pemerintah harus mengambil suatu tindakan keras demi masyarakat dan generasi bangsa ini,”pintanya.

Stef menpertanyakan kinerja Pemerintah terhadap praktek protitusi ini yang sudah berlangsung lama tetapi pemerintah tidak mengambil tindakan yang keras.

”Warung luar dalam ini sudah sekian lama merusak generasi muda di pulau Alor ini dan sangat merugikan masyarakat, tetapi sampai saat ini warung tersebut masih dibiarkan beroperasi. Dengan adanya warung ini maka pihak-pihak tertentu dalam hal ini penyedia tempat-tempat prostitusi tersebut meraih keuntungan sebesar-besarnya,”jelasnya.

Stef meminta agar Bupati Kabupaten Alor, Drs Amon Djobo dapat mengambil tindakan keras demi menertibkan praktek prostitusi tersebut , demi menyelamatkan generasi di Nusa Kenari, karena sesuai dengan Visi dan Misi ( TANCAP GAS ) mensejahterakan masyarakat dan mencerdaskan anak- bangsa, menciptakan hal yang positif untuk masyarakat serta memberi rasa aman kepada rakyat kabupaten Alor dan itu harus ditapati bukan janji belaka.

“ Pemerintah harus serius dalam mengatasi persoalan ini demi menyelamatkan generasi bangsa ini dan kami serahkan semua ini kepada pemerintah Kabupaten Alor agar memberikan yang terbaik buat generasi Nusa Kenari yang kita cintai bersama,” pinta Stef.

Hingga berita ini ditanyangkan wartawan Zonalinenews di Alor Belum berhasil menghubungi Pemerintah kabupten Alor dalam hal ini Bupati Alor untuk memberikan klarifikasinya terkait persoalan tersebut (*bay )