120 Anak Kurang Mampu Di Kota Kupang Ikut Pelatihan

Pembukaan Kegiatan Pengurangan Pekerja Anak

Pembukaan Kegiatan Pengurangan Pekerja Anak

ZONALINEWS – KUPANG, Sebanyak 120 anak kategori keluarga tidak mampu dari 10 Kelurahan di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti kegiatan pengurangan pekerja anak dalam mendukung program harapan (PPA – PKH) tingkat Kota Kupang yang digelar  oleh Dinas Nakertrans Kota Kupang selama satu bulan di Hotel Cahaya Bapa Kupang, Senin 15 Juni 2015 pukul 9.00 wita.

Wakil Walikota Kupang Hermanus Man dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan ini agar anak bisa mengetahui pentingnya pendidikan serta niat Pemerintah Pusat dalam melaksanakan kegiatan ini melalui Pemkot Kupang dalam hal ini Dinas Nakertrans sehingga anak – anak dari keluarga tidak mampu ini bisa melanjutkan sekolah terus hingga ke bangku pendidikan yang paling tinggi.

Dilanjutnya, rata – rata umur anak yang mengikuti kegiatan ini 7 – 17 tahun, maka dari itu kegiatan ini sangat penting untuk anak – anak mengetahui bawah pendidikan itu sangat penting bagi anak – anak semua. “Di usia seperti ini anak – anak diharuskan mengenal dunia pendidikan bukan anak , harus bekerja keras mencari uang untuk mengurangi beban orang tua di dalam rumah, “kata Hermanus.

Aturan Pemerintah ungkapnya, anak di bawa umur 17 tahun itu dilarang untuk bekerja karena diusia seperti ini anak – anak harus meraih cita – citanya melalui bangku pendidikan yang minimalnya hingga samapi ke SMA. “Usai mengikuti kegiatan ini selama sebulan  semua anak – anak harus kembali bertemu dengan saya. Dan anak – anak ini seusai kegiatan ini harus melanjutkan sekolah bagi yang sudah putus sekolahnya. Dan anak – anak ini didunia pendidikannya tidak boleh dipungut biasa sepeserpun, “ungkapnya.

Ia juga meminta kepada Dinas Sosial Kota Kupang  dan Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (PPO) Kota Kupang harus berkordinasi sehingg pada tahun ajaran baru ini anak – anak seluruhnya harus sudah sekolah seperti anak – anak yang lain. “Anak – anak ini bukan tidak boleh dipungut biaya tetapi, pakian seragam hingga peralatan belajar seperti tas sekolah yang layak itu juga harus ditanggung Pemerintah melalui dana bos yang ada disetiap sekolah, “pintanya.

Ia menegaskan, anak – anak ini jangan pernah dibiarkan tidak sekolah karena dengan alasan oramg tua yang tidak mampu membeli seragam sekolah atau peralatan sekolah lain. Karena apa bila ini terjadi maka program yang dilaksanakan saat ini dianggap gagal. Maka dari itu biar program ini bisa sukses dan berjalan dengan lancar,  anak – anak ini harus tetap sekolah walaupun anak – anak ini  dari keluarga yang  tidak mampu. “Anak – anak boleh kerja sambil sekolah, tapi anak – anak jangan sampai keenakan kerja sehingga yang bisa menghasilkan uang lantas sekolah diabaikan. Hal ini sangat salah karena pendidikan sangat lebih penting untuk anak – anak dari pada bekerja mencari, “ujarnya.

Ditambahnya, saat ini Pemerintah Kota Kupang sendiri juga mempunyai program untuk bebas biaya disetiap sekolah pada tingkat SD maupun SMP. Dan Pemeritah Kota Kupang juga mempunyai program untuk anak – anak yang setelah lulus SMA dan inggin lanjut ke perguruan tinggi Pemerinta akan memberikan tujunagan bagi anak – anak yang tidak mampu uang tunai sebesar dua  juta lima ratus. “Program Pemerintah Kupang ini sudah berlangsung sejak tahun 2014 maka dari itu bagi anak – anak yang dari golongan keluarga tidak mampu jangan pernah takut denga biaya untuk sekolah, “katanya.  (*hayer)