65 Imigran Asal Srilanka, dan Bangladesh Tiba di Kupang

Para imigran yang tiba di pelabuhan Tenau Kupang

Para imigran yang tiba di pelabuhan Tenau Kupang

Zonalinenews – Kupang ,Sebanyak 65 orang imigran pencari suaka ke Australia diamankan dari Kabupaten Rote Ndao dan dibawa menuju ke Kupang Selasa 2 juni 2015, selanjutnya para imigran ini diserahkan ke pihak Imigrasi Kupang untuk diproses.

65 imigran tersebut berasal dari tiga negara yakni Myanmar, Srilanka, dan Bangladesh terdiri dari empat orang wanita, tiga orang balita, sisanya 58 orang laki-laki dengan negara tujuan Australia dan New Zeland. 65 imigran ini dibawa dengan menggunakan kapal Bahari Express yang dikawal langsung oleh Kapolres Rote Ndao AKBP Hidayat bersama 36 orang anggotanya. Setelah tiba di Pelabuhan Tenau, para imigran tersebut dibawa menuju Hotel Ina Bo’i dengan menggunakan lima unit bus dan dikawal ketat oleh anggota kepolisian bersama anggota imigrasi, kemudian dilakukan pendataan terhadap para imigran tersebut.

Kapolres Rote Ndao AKBP Hidayat mengatakan pihaknya mendapat laporan dari masyarakat pada Minggu 31 mei 2015 sekitar pukul 18.00 wita kemudian ditindaklanjuti laporan tersebut bahwa para imigran berada di Pulau Landuti, Kecamatan Rote Barat Daya yang berada di wilayah terluar. Bahkan para imigran tersebut diberikan BBM secukupnya untuk tiba di wilayah Rote Ndao sebanyak 200 liter serta perbekalan logistik secukupnya. “Mereka berangkat dari negaranya pada 5 Mei 2015 lalu. Pada 20 Mei 2015 , mereka tiba di pulau Pasir Putih. Saat itulah, mereka lalu diamankan pihak Angkatan Laut dan customnya imigrasi Australia,”ungkap Hidayat.

Dia menambahkan, kemungkinan ada permainan dari pihak angkatan laut Australia yang bekerjasama dengan customer imigrasi dengan modus akan menyeberangkan para imigran dimana setiap orang diwajibkan membayar sebanyak 5.000 dollar. “Hingga saat ini pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa dua kapal kayu, dimana salah satunya berada dalam kondisi rusak karena karam, sementara kapal lainnya berada dalam kondisi baik. Selain itu, pihaknya telah mengamankan empat orang ABK, namun dua orang lainnya yang telah kabur masih dalam pengejaran oleh pihaknya, semuanya akan tetap diproses,”ujar Hidayat.

Salah seorang imigran gelap, Kayuran mengaku tujuan mereka untuk mencari suaka karena di Negara asalnya Srilanka terjadi konflik perang saudara dan saling membunuh sehingga dirinya bersama imigran lain mencari tempat perlindungan yang aman ke New Zeland. Akan tetapi, mereka justru terdampar di Rote. “Selama berlayar, kita sempat diamankan pihak angkatan laut dan custom imigrasi Australia. Selanjutnya, kita dikasi kapal lagi dan BBM lalu diminta berlayar ke perairan Indonesia. Namun kita justru terdampar di Rote,” ujarnya.

Kepala Imigrasi Kupang Agus Dwianto mengatakan pihaknya sudah menerima laporan terkait diamankan 65 imigran tersebut. “Laporannya sudah, tapi kami masih menunggu untuk evakuasi ke Kupang”.Modus mereka,

menurut Agus, sama seperti yang lalu, yakni hendak mencari suaka ke Australia. Para imigran itu akan ditampung sementara di salah satu hotel di Kupang karena rumah detensi imigrasi overload. “Mereka akan ditempatkan di rudenim yang masih kosong,” ujar Agus.(*Sari)