Jeriko Minta Bareskrim Usut Dugaan Ijasah Palsu Oknum Anggota DPRD Sumba Timur

Juru Bicara Jeriko Center Ian Haba Ora

Juru Bicara Jeriko Center Ian Haba Ora

Zonalinenews –Jakarta, Maraknya ijasah palsu dan kampus abal-abal membuat Anggota DPR RI Jefri Riwu Kore Jeriko geram mendesak Menristekdikti RI Mohamad Nasir dan Bareskrim Polri segera mengambil sikap memeriksa pejabat-pejabat di daerah yang menggunakan gelar palsu.

Hal ini disampaikan Ian Haba Ora Juru Bicara Jeriko Center saat dihubungi awak media ini , Kamis 11 Juni 2015 Pukul 14.00.

Ian menuturkan bahwa Jefr Riwu Kore telah menginstruksikan staf Jeriko Center untuk terus membangun koordinasi bersama Kemenristekdikti dan Bareskrim Polri dan melayangkan surat ke Kemenpan RB untuk melanjutkan pengaduan dari salah seorang warga Kabupaten Sumba Timur terhadap indikasi penggunaan ijasah palsu oleh salah satu Anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur dan salah satu Kepala Daerah di NTT. “Khusus untuk indikasi salah satu anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur, katanya telah ada laporan ke Polisi namun dari pengakuan pengadu belum ada tindak lanjutnya, maka kami akan cek kebenarannya. Pak Jefri sangat geram dan prihatin atas maraknya indikasi ijasah palsu dan abal-abal di NTT,” aku Ian.

Lanjut Ian Haba Ora, Raker bersama menristekdikti lalu, Anggota DPR RI , Jefri Riwu Kore menyatakan sangat benci dengan kampus abal-abal yang banyak sengsarakan pendidikan anak-anak NTT.

sehubungan dengan pemberitaan media ini beberapa waktu lalu bahwa Jeriko Center sedang mengumpulkan dan mengkaji nama-nama kampus di NTT yang terindikasi abal-abal. Beberapa pejabat daerah juga telah dilaporkan oleh beberapa konstituen agar pihak Jeriko Center dapat meneruskannya ke pihak yang berwajib. Mereka yang dilaporkan ada kepala daerah, anggota DPRD, dan para Kepala Dinas yang ada di NTT.

“Salah satu anggota DPRD Sumba Timur yang terindikasi menggunakan ijasah palsu telah diadukan ke Jeriko Center melalui akun facebook dan pengadu berjanji akan mengirimkan berkasnya nanti. Setelah dipelajari maka akan ditentukan langkah taktisnya, ” ungkap Ian yang juga seorang dosen.

Sementara itu hasil pertemuan Raker Komisi X DPR RI dan Menristekdikti Senin, 8 Juni 2015 menyepakati bahwa Komisi X DPR RI mengapresiasi dan mendukung Kemenristekdikti RI dalam pembenahan tata kelola perguruan tinggi utamanya terkait dengan ijazah palsu selanjutnya bekerjasama dengan penegak hukum untuk menegakkan peraturan perundang-undangan. Hasil raker tersebut menjadi tugas pengawasan yang akan dilakukan oleh pak Jefri Riwu Kore sebagai anggota DPR RI,” ungkap Ian.(*tim)