Akhirnya Honor PPS Pilpres Se-Kelubagolit Dibayar

Bukti pembayaran Honorerium PPK

Bukti pembayaran Honorerium PPK

Zonalinenews-Flotim, Setelah menanti selama kurang lebih setahun, akhirnya honorarium Panitia Pemungutan Sementara (PPS) Pilpres se-kecamatan Kelubagolit untuk bulan juni 2014 sudah dibayar pada tanggal 5 juni 2015. Hal ini disampaikan oleh Mantan Ketua PPS Lamapaha, Virgilius Boro per telepon kepada redaksi Minggu 07 Juni 2015.

“Honor kami sudah dibayar pada hari jumat lalu 05 Juni 2015. Pembayaran dilakukan oleh salah satu aparat kecamatan dari Kasie Pem bertempat di kantor Camat Kelubagolit,” urai Boro

Mantan Ketua PPS Lamapaha menjelaskan lebih lanjut bahwa sebenarnya pembayaran dilakukan oleh mantan bendahara atau kepala sekretariat PPK Kelubagolit. Namun mantan kepala sekretariat Kornelis Kowa Deket yang kini menjabat Camat sedang bertugas ke Larantuka, sedangkan bendahara Lorens Baro Bitan tanpa kabar yang jelas.

“Tidak ada penjelasan mengenai honor PPS selama ini mengendap dimana, karena pak camat tidak hadir beralasan tugas ke Larantuka. Sedangkan bendahara sejak rapat tanggal 29 Mei 2015 lalu, tidak menampakan batang hidungnya di kantor camat, ” tukas Boro

Sebelumnya melalui rapat ad hoc PPK, PPS, Sekretariat PPK dan PPS Kecamatan Kelubagolit pada tanggal 29/05/2015, pihak sekretariat PPK menyatakan permohonan maaf atas kelalaian yang secara jujur telah terjadi dalam tingkat penyelesaian keuangan. Pengakuan ini dituangkan dalam berita acara rapat ad hoc tersebut.

Lebih lanjut dalam berita acara disebutkan batas penyelesaian hak baik di tingkat PPK, PPS maupun di tingkat Sekretariat PPK dan PPS terhitung dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 5 juni 2015.

“Total yang diterima setiap PPS (12 PPS) berjumlah Rp. 30 an juta dengan perincian untuk masing-masing PPS menerima Rp. 2. 650.000, yang terdiri atas item pembayaran honor perangkat PPS 1 bulan dan biaya operasional” ujar Boro

Mantan Ketua PPS Lamapaha yang kini menjabat Kaur Umum Desa Lamapaha mengharapkan ke depan bagi pihak KPUD Flotim, agar tidak lagi merekrut oknum-oknum perangkat PPK yang bermasalah. (*Ola)