Amos Corputty Sebut Dirut Bank NTT Tagudedo Lakukan Pembohongan Publik

Dirut Bank NTT Daniel Tagudedo

Dirut Bank NTT Daniel Tagudedo

ZONALINENEWS – KUPANG, Mantan Direktur Utama (Dirut) Bank Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus salah satu pemegam saham Bank NTT Amos Corputty merasa Dirut Bank NTT Daniel Tagudedo telah melakukan pembohongan publik. Pasalnya apa yang disampaikan Dirut Bank NTT beberapa waktu lalu di media terkait dengan perbandingan  laba Bank NTT dalam semester satu tahun 2015 sangat tidak benar. “Saya adalah salah satu pemegang saham Bank NTT maka dari itu saya ingin menyampaikan apa yang dikata Dirut Bank terkait dengan laba Bank NTT yang menyatakan pada tahun 2015 mengalami peningkatan sangat tidak benar. Karena perbandingan laba semester satu tahun 2015 dan tahun 2014 yang disampaikan Dirut adalah perolehan laba tahun 2014 yang belum dipertanggung jawab kepada pemilik, “ungkap Amos Corputty kepada wartawan dari Surabaya melalui telepon celulernya, Senin 8 Juni 2015 pukul 10.30 wita.

Menurutnya Amos, perolehan laba Bank NTT tahun 2014 mengalami peningkatan tetapi pada semester satu tahun 2015 laba Bank NTT mengalami penurunan. Lanjutnya, orang awam cukup hanya bisa melihat pada kenaikan atau penurunan laba, dan hanya memberi komentar  tetapi untuk memberikan penilaian yang benar ada  pada Otoritas Jasa Keuagan (OJK) yang sangat berwenang semua penilaian ini. “Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang memeriksa kegiatan operasional dan acuan publik yang punya kewenangan memberikan pendapat atas angka – angka yang di muat dalam laporan RUPS tahunan yang akan dilaksanakan di Surabaya pada 12 Juni 2015 mendatang, “kata Amos.

Penurunan laba di Bank NTT kata Amos, dikarenakan kurangnya harmonis hunbungan kerja antara Direksi dan Direut. Dan yang lebih parahnya lagi Direksi dan Dirut sering tidak berada dikantor sehingga pengontrolan  kerjaan sangat tidak bagus. “Intinya Bank ini bukan hanya lihat sehat saja sudah cukup, sehat dan tidak sehat harus dilihat dari faktor apa sehingga laba ini bisa turun, “ujarnya.

Ia mengatakan, karyawan dituntut kerja keras dengan target  tinggi dan efesiensi yang tinggi pula, dalam arti penhematan biaya. Tetapi Direksi bersaing dalam melakukan perjalanan ke luar negeri dengan biaya yang sangat tinggi dan ini adalah akibat dari pemborosan sehingga laba bisa menurun. “Ongkos pejalanan untuk Dirut dan Direksi sebesar enam juta perharinya, dan dalam sebulan itu bisa berangkat hingga 20 kali perjalanan dinas setiap bulannya. apa bila ditotalkan dengan setahun dana perjalanan dinas tersebut  di tahun 2015 bagai mana tidak  mengalami penurunan laba, “jelas Amos.
Ia menjelaskan, penurunan laba di tahun 2015 data – datanya secara terperinci ada di pegang oleh dirinya. Dan data – data ini pegang untuk meminta pertanggung jawaban dalam RUPS di Surabaya nanti. “Saya punya tanggung jawab moril  untuk memperjelaskan kalau ada yang minta pendapat saya sebagai pemilik Bank ini dan juga sebagai mantan Dirut Bank NTT. Pada saat saya meninggalkan dan melepaskan jabatan saya sebagai Dirut Bank NTT ini dalam keadaan sehat  dengan predikat BPD terbaik di Indonesia. Maka dari itu apa bila ada terjadi penurunan laba maka saya merasa mempunyai tanggung jawab moril untuk mengoreksinya, “kata Amos.

Amos menambahkan, terkait dengan perkreditan yang macet kalau bicara pencadangan wajib tahunan buku harus clear, dan itu artinya ada masalah. Semua ini tidak bisa hanya bicara saja tetapi harus dilihat angka – angkanya. “Semua Direksi perjalanan dinasnya suka – suka saja. begitu pun dengan komisaris, maka dari itu semua data – data ini ada pada saya dan tentunya data ini akan saya ungkapkan semuanya pada saat RUPS di Surabayah nanti.

Sementara itu Kepala Sub Divisi (Kasubdiv) Humas Bank NTT Yuan Taneo yang konfirmasi wartawan di kantor pusat Bank NTT, Selasa 9 Juni 2015 pukul 11.30 wita. Mengatakan semua masalah ini tidak bisa dijelaskan karena belum ada hasil RUPS dari Surabaya, dan tidak bisa dibeberkan masalah ini karena ini sudah sesuai dengan aturan perusahaan yang berlaku. “Kita bisa sampaikan masalah ini apabila nanti sudah ada hasil RUPS dulu, “jelasnya. (*hayer)