AOS Peduli Terhadap Anak Panti Asuhan Di Kota Kupang

Craw AOS Pose bersama anak Panti asuhan

Craw AOS Pose bersama anak Panti asuhan

ZONALINENWS – KUPANG, Perusahaan Australian Offshore Solution (AOS) yang bergerak di bidang pertambangan kilang minyak dari Kupang ke Darwin mengelar aksi peduli sosial terhadap anak – anak Panti Asuhan yang ada di Kota Kupang. Kegiatan sosial yang di lakukan AOS  sendiri  bentuk perhatian terhadap anak Panti Asuhan dan tujuan agar crew kapal  perusahaan AOS dapat membatu anak Panti Asuhan secara langsung. “Kegiatan sosial berupa pemberian bantuan bahan bangunan, makan dan kasur tidak ada indikasi politik atau kepentingan pemerintah lainnya. Niat dan tujuan kami  ini sangat tulus hanya ingin membantu anak di Panti Asuhan itu agar bisa tersenyum seperti anak – anak yang lain di luar sana, “ungkap Kepala AOS Perwakilan Kupang Farao Belo Ung (AK) kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa 23 Juni 2015 pukul 10.30 wita.

Bantuan sosial yang dilakukan AOS. Lanjut Farao bukan berupa uang tunai melainkan berupa bahan – bahan yang dibutuhkan oleh anak – anak tersebut. Tujuan sosial kita. bukan untuk Panti Asuhannya tetapi kita lebih fokus kepada anak – anak. Sehingga anak – anak ini bisa menikmatinya secarah utuh.

Dikatakan, saat ini kegiatan yang dilakukan AOS sendiri sudah masuk pada tahap kedua.Pada tahap pertama,bantuan kita serahkan kepada salah satu yayasan yang ada di kota kupang. Namun, yang kita harapkan bantuannya yang kita berikan harus langsung dirasakan anak – anak tetapi, kenyataan yang terjadi di yayasan tersebut tidak demikian.Malahan bantuan yang kita serahkan ke Yayasan tersebut pengurusnya mengunakan untuk keperluan Panti Bukan untuk keperluan anak – anak seperti yang kita maksudkan.

“Saat ini kita lebih fokus untuk memberikan bantuan kepada anak – anak di  Yayasan Panti Asuhan Kristen GMIT 221 Kupang di Kelurahan Oeba Kota Kupang. Tahap pertama yang kita sudah lakukan di Yayasan Panti Asuhan Kristen GMIT  yaitu berupa bantuan bantuan kasur, beras dan bantuan bahan bangunan untuk ruang tidur maupun ruang belajar untuk anak – anak yang saat ini sedang dikerjakan, “ungkap anak muda asal Negara Timor Leste  itu.

Menurutnya, apa yang di lakukan para Crew AOS ini hanya merupakan solidaritas pihak AOS kepada anak – anak Kupang. “Saya berniat untuk kedepan anak – anak panti asuhan ini memiliki orang tua angkat dari setia crews yang ada di kapal milik perusahaan AOS. Kewajiban sebagai orang tua angkat bagi anak – anak panti ini sangat sederhana saja. Setiap crew atau orang tua angkat dari setiap anak – anak ini harus melakukan pembayaran biaya sekolah untuk anak – anak selama tiga tahun. Dan pembayaran tersebut  harus dibayar secara langsung tidak ada cicil, “kata Farao.

Dijelaskan, dari sembilan kapal asing yang bergerak di pertambangan kilang minyak untuk Kupang – Darwin ada empat kapal yang milik perusahaan AOS dan, dalam satu kapal ini terdapat sekitar 17 crew yang terdiri dari semuanya adalah orang asing. “Gaji para crew ini sangat besar maka dari itu saya sebagai Kepala AOS Perwakilan Indonesia yang ada di Kota Kupang ini ingin membuat suatu kegiatan positif yang bisa menguntungkan  anak – anak Kupang. Sedangkan bantuan  seperti kasur ,merupakan  barang dari atas kapal, tetapi secara fisik barang itu sendiri masih sangat bagus, maka dari itu ide  muncul untuk kegiatan sosial terhadap anak  panti. Sedangkan beras yang kita sudah serahkan sebanyak 20 karung juga karena para crew di atas kapal semuanya tidak makan beras, mereka hanya makan roti saja maka dari itu beraspun kita berikan ke Panti Asuhan tersebut, “ujar Farao.

Ia berharap kedepan crew AOS bisa memberi bantuan kepada setiap Panti Asuhan yang ada di Kota Kupang, bukan hanya Panti Asuhan Kristen saja,tetapi kedepan akan mengupayakan hal yang sama.  sehingga Panti Asuhan bagi anak – anak yang beragama muslim juga bisa diberikan bantuan seperti anak – anak Panti Asuhan yang lain.

Ia mengatakan, ide sosial ini muncul karena di atas kapal itu sangat banyak cool box dan ini  adalah sampah yang ingin dimusnahkan, tetapi takut terjadi pencemaran lingkungan sehingga  cool box tersebut diberikan kepada nelayan Namosain dan sekitarnya. Dari cool box ini akhirnya  berkembang kegiatan  sosial lainya ini untuk anak – anak Panti Asuhan di Kota Kupang. (*hayer)