Banyak Sekolah DI NTT Mirip Kandang Ternak Harus Dibenahi

Jeriko

Jeriko

Zonalinenews-Jakarta, Minimnya infrastruktur dan beasiswa pendidikan menjadi intisari presentase Jefri Riwu Kore Anggota DPR RI saat gelar Rapat Kerja dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan di gedung Nusantara II DPR RI Rabu, 10 Juni 2015.

Jefri memaparkan minimnya infrastruktur pendidikan di NTT menjadi realitas ketidaknyamanan berlangsungnya proses belajar mengajar yang terjadi antara siswa dan guru.

Ia menuturkan, di NTT banyak sekolah-sekolah yang bangunannya tidak layak dan tampak seperti kandang ternak. Beberapa sekolah yang ditemui dalam kunjungan lapangan diusulkan ke Menteri untuk sesegera mungkin diperbaiki dan diberi bantuan oleh Pemerintah. Jeriko pun menunjukkan gambar-gambar sekolah SMK 2 Kupang Barat, SMA N 2 Takari, SD Kecil Manumutin Tarus di Kabupaten Kupang, SD Kristen Tunas Bangsa dan SMA Negeri Mollo yang masih numpang di kantor desa di Kabupaten TTS, dan SD Banfuanlain di Kabupaten Rote Ndao yang perlu dibantu segera karena ketiadaan gedung dan ruang kelas untuk belajar.

Sehubungan dengan ini maka Mendikbud Anis Baswedan menyatakan agar sekolah-sekolah yang disebutkan tidak boleh lama-lama dibiarkan dan segera dibereskan saja dalam tahun anggaran 2016 ini, asalkan sekolah-sekolah tersebut memiliki perincian kebutuhan anggaran yang jelas agar dimasukkan dalam pagu anggaran.

Pada kesempatan itu , Jefri juga menyinggung kebijakan menteri pendidikan tentang penempatan 288 guru garis depan (GGD) dari seluruh Indonesia untuk 7 kabupaten di NTT diantaranya 35 orang di Alor, 34 orang di Flores Timur, 47 orang di Kupang, 44 orang di Manggarai, 46 orang di Manggarai Timur, 32 orang di Rote Ndao, 51 orang di Sumba Timur. “Betul bahwa semua orang dapat berkerja dimana saja tetapi pak menteri perlu memperhatikan kulture yang berlaku di NTT apakah mereka bisa menyesuaikan diri atau tidak, jangan sampai para GGD yang ditempatkan tidak melaksanakan tugas karena tidak mampu beradaptasi dengan budaya di sana. Sebaiknya jika ada anak NTT yang masuk dalam GGD biarkan saja mereka tetap di NTT dan yang tidak diganti saja dengan putra-putri daerah. Demikian juga mereka yang bukan orang NTT tetapi sudah lama hidup di NTT biarkan saja terus mereka mengabdi di NTT. Pak menteri jangan lupa bahwa di NTT sana banyak mencetak sarjana-sarjana pendidikan yang qualified dan sudah paham dengan daerah sana,. Jadi harapan saya agar guru GGD yang bukan orang NTT angkat kaki saja dari NTT,” ungkap Jefri yang juga anak seorang pensiunan guru.

Jeriko juga mempertanyakan data yang diberikan salah seorang koleganya di DPRD Provinsi Winston Rondo terhadap kuota sertifikasi guru di NTT yang semakin menurun dari 3.300 guru tahun 2014 menjadi 1.470 di tahun 2015. Terhadap persoalan ini Mendikbud telah menyiapkan kuota 63.088 untuk sertifikasi guru tahun anggaran 2015. Mendikbud juga memaparkan rencana kuota yang akan disiapkan untuk sertifikasi guru untuk tahun anggaran 2016-2019 sebesar 616.848 orang guru. Anis beralasan bahwa sebenarnya tidak terjadi penurunan kuota sertifikasi namun karena mereka belum memenuhi syarat-syarat untuk lolos sertifikasi guru, ujarnya.

Jeriko  siap untuk memperjuangkan kuota tambahan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) bulan Oktober sebanyak 1.432.027 orang anak sekolah yang dijanjikan Mendikbud untuk pemangku kepentingan atau dalam kapasitasnya sebagai Anggota DPR RI. “Saya siap untuk perjuangkan kuota 1 juta lebih anak sekolah untuk dapatkan beasiswa KIP,” ujar Jefri.

Dalam raker tersebut, Anis menjanjikan penerima beasiswa KIP dari perubahan program BSM masa SBY sudah dapat diterima mulai bulan Juni ini. Adapun mereka yang berhak mendapatkan adalah sebanyak 4.945.650 siswa dari penerima BSM tahun 2014 KPS, 5.092.593 siswa dari keluarga pemegang KPS/KKS yang belum menerima BSM 2014 dan sudah entry ke dapodik, 2.5000.000 dari siswa peserta PKH non KPS, dan 100.000 kuota KIP untuk antisipasi korban bencana. “Besaran beasiswa tersebut adalah tahap I yang sudah dapat diakses ke lembaga penyalur bagi pemegang kartu Indonesia pintar. Pemerintah telah menyiapkan kuota sebanyak 17.920.270 siswa untuk tahun 2015,” ujar Anis.

Ian Haba Ora juru bicara Jeriko Center yang ditemui disela-sela kegiatan Raker mengaku telah diinstruksikan Jefri Riwu Kore untuk menyiapkan logistik surat pemberitahuan untuk disebar ke penerima manfaat sebagai bentuk pengawasan anggota DPR RI dan bentuk informasi berdasarkan juknis dan Keputusan penerima KIP dari Mendikbud dalam penyaluran beasiswa tahap I yang sudah mulai diterima bulan Juni ini bagi pemegang KIP. Saat ini Jeriko Center Kupang juga menerima 95% pengaduan tentang aspirasi mengenai beasiswa KIP.

“Data-data itu sudah ada di kami (Jeriko Center, read) tetapi masih kurang dari jumlah kuota yang diinginkan seperti yang disebutkan oleh Pak Menteri Anis. Oleh karena itu diharapkan agar konstituen bisa mendatangi Jeriko Center untuk anak-anak sekolah agar diperjuangkan pak Jefri dalam kuota pemangku kepentingan DPR RI sehingga dapat menerima manfaat tersebut di bulan Oktober nanti, “ujar Ian Ketua Free Publik NTT yang konsern terhadap isu-isu anti korupsi. (*tim)