Bupati Kupang Resmikan Pekerjaan Jalan Poros Tengah Tahap Dua

Bupati Kupang Ayub Titu Eki Resmikan jalan Poros tengah tahap II

Bupati Kupang Ayub Titu Eki Resmikan jalan Poros tengah tahap II

ZONALINENEWS – OELAMASI, Pekerjaan lanjutan pembagunan jalan Poros Tengah Kabupaten Kupang  tahap kedua tahun 2015 dengan jenis kontruksi AC – BC dan AC – WC ini sepanjang 18, 95 kilo meter di kerjakan oleh dua PT besar lokal Kupang, Selasa 2 Juni 2015 pukul 11.30 wita diresmikan langsung oleh Bupati Kupang Ayub Titu Eki. “Pekerjaan  lanjutan jalan Poros tengah ini dengan dengan sumber dana  APBNP dengan total dana sebesar 176. 372.347 miliar  dibagi dalam tiga titik. Pekerjaan jalan Poros Tengah 01 dan 02 dikerjakan oleh PT Hutama Mitra Husada (HMN), sedangkan titik 03 dikerjakan oleh PT Usaha Karya Buana (UKB) harus di selesaikan sesuai dengan pada bulan Desember 2015 mendatang, “kata Bupati Kupang dalam sambutanya pada acara peresmian pekerjaan jalan Poros Tengah tahun 2015 untuk tahap kedua di Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ayub mengatakan, akhirnya pekerjaan lanjutan jalan Poros Tengah tahap kedua yang nantinya bisa benyambungkan antara Kabupaten Timur Tengga Utara (TTU) hingga jalan ke perbatasan Negara tetangga Timor Leste ini pada awalnya sangat tidak mendapat dukungan dari anggota Dewan Pewakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kupang. Bukan hanya saja kita Pemerintah Kabupaten (Pemkab Kupang) tidak mendapat dukungan dari anggota  DPRD tetapi kita juga sangat ditertawakan. Manurutnya, perencanaan pembebasan lahan untuk pembagunan jalan Poros Tengah ini sejak tahun 2009 yang lalu sangat diragukan juga oleh DPRD Kabupaten Kupang.

“Mereka bilang perencanaan pembangunan jalan Poros Tengah ini tidak akan bisa terjadi. Dan saat ini saya buktikan kepada mereka bahwa perkerjaan jalan Poros Tengah sudah masuk tahap kedua karena nantinya jalan ini akan menjadi jalan Negara yang akan menghubukan antara Negara Indonesia dan Negara Timor Leste, “ungkapnya.

Dikatakan, dengan adanya pekerjaan jalan Poros Tengah ini masyarakat Fatuleu bisa merakan merdeka. Pasalnya, selama ini masyarakat di Kecamatan Fatuleu ini sangat susah karena jalan yang sangat tidak bagus untuk di lewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Lanjutnya, awal pekerjaan jalan Poros Tengah ini dilakukan oleh Unit Swadaya yang saat ini sudah digantikan dengan BLUD. Awal perkerjaan ini juga tanpa biaya sama sekali. “Kita bisa melakukan pekerjaan ini tanpa biaya itu semua karena kita ingin melayani dan menyenangkan masyarakat Kabupaten Kupang. Bukan hanya duduk – duduk saja dan bukan  hanya bisa janji saja kepada masyarakat, “katanya Ayub.

Seharusnya DPRD Kabupaten Kupang Katanya, harus mendukum program Pemerintah bukan tidak mendukung terus sambil tertawa kita dari belakang. Itu sama saja tidak ada keinginan untuk melayani masyarak Kabupaten Kupang. “Saat ini apa yang terjadi dimulainya pekerjaan tanpa dana tetapi sekarang pekerjaan ini sudah didanai dari sumber dana APBNP. Hal ini sebenarnya tidak susah kalau kita punya keinginan untuk melayani masyarakat, “tegasnya.

Ayub menjelaskan, ditahun 2016 pekerjaan jalan Poros tengah ini akan sampai ke Kecamatan Amfoang dan diharapkan ditahun 2017 pekerjaan ini sudah masuk pada Oepoli hingga langsung berdekatan dengan perbatasan Negara Timor Leste.

Sementara itu salah satu Kepala Desa Nunsaen sekaligus tokoh masyarakat Fatuleu Marten Manase sangat berterima kasih kepada kerja keras Bupati Kupang Ayub Titu Eki yang sudah berjuang keras untuk memperjuangkan hidup bagi masyarakat Fatuleu walaupun dialam rencana – rencananya pada awal dirinya mendapat tantangan yang sangat berat dari berbagai elemen. Ia juga berhara jalan ini bisa diteruskan hingga ke Kecamatan Amfoang bahkan sampai ke dareah perbatasan antara Negara Indonesa denga Negara Timor Leste. “Kita sangat bersukur kita sekarang sudah bisa merasakan fasilitas jalan yang sangat layak sehingga kita merasakan kemerdekaan. Pada saat jalan ini belum dikerjakan kita sendiri belum merasa merdeka walaupun Negara indonesia sudah merdeka sejak puluhan tahun yang lalu, “katanya. (*hayer)