Demi Pembangunan Bendungan Raknamo Makam Leluhur Dipindahkan

Bupati Kupang saat penyerahan uang ganti rugi makan para leleuhur dibendungan reknamo

Bupati Kupang saat penyerahan uang ganti rugi makan para leleuhur dibendungan reknamo

ZONALINENEWS – OELAMASI, Masyarakat Kabupaten Kupang yang terdiri dari dua keluarga besar dari Desa Kairane dan Desa Raknamo yakni Keluarga Taraen dan keluarga Anin bersedia merelokasi 15 kuburan leluhurnya yang selama ini berada dalam lokasi proyek bendungan Raknamo ke tempat lain dipekuburan Umum keluarga besar Taraen dan Anin. Kesediaan kedua keluarga besar tersebut sebagai bentuk dukungan mereka terhadap pembangunan bendungan Raknamo yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan.

Sebagai bentuk perhatian, Pemerintah Kabupaten Kupang lewat Bupati Kupang Ayub Titu Eki menyerahkan langsung dana relokasi kuburan kepada kedua keluarga besar tersebut dalam acara yang penuh keakraban, Jumat 19 Juni 2015 di Desa Raknamo. Dari 15 Kuburan tersebut 11 kuburan diantaranya merupakan milik keluarga besar Taraen sementara sisanya empat kuburan merupakan milik keluarga besar Anin, dimana masing-masing kuburan diberikan uang relokasi sebesar Rp. 25. 000.000.- dengan total pemberian dana 15 kuburan sebesar Rp. 375.000.000,-

Kesediaan dua keluarga besar ini untuk merelokasi kuburan sanak familinya ke kuburan umum keluarga sekaligus mengakhiri polemik yang sempat muncul belakangan ini. Arnold atas nama keluarga besar Taren sangat mengharapkan agar kelak bendungan Raknamo benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terutama bagi keluarga-keluarga yang sudah merelakan dengan ikhlas memindahkan kuburan leluhurnya tersebut.

Bupati Kupang Ayub Titu Eki dalam sambutannya mengatakan apresiasinya atas kerelaan keluarga Taraen dan Anin yang dengan tulus dan ikhlas tanpa dipaksa siapapun mau merelokasikan kubur keluarga yang ada dalam kawasan bendungan Raknamo. Sejalan dengan harapan masyarakat agar bendungan Raknamo senantiasa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi keluarga dalam berbagai usaha dibidang pertanian dan perkebunan.

Didepan warga setempat Bupati Ayub Titu Eki juga menjelaskan kembali tentang komitmennya memperjuangkan agar konstruksi bendungan Raknamo diberi ruang untuk masyarakat dapat mengembangkan usahanya dengan menjual hasil-hasil pertanian dan perkebunan mengingat potensi bendungan ini menjadi salah satu tempat rekreasi yang menarik masyarakat umum. Bupati Ayub Titu Eki mengharapkan kehadiran bendungan Raknamo ini bisa memberikan dampak nyata
terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi didesa tersebut. “Saya sudah pesan Kepala Balai Sungai Wilayah NTT agar dapat membangun jalan disekeliling bendungan yang dapat digunakan untuk wisata masyarakat dan ada tempat-tempat khusus sebagai lokasi usaha masyarakat,”
Ungkap Bupati Kupang periode 2009-2019 tersebut.

Pada kesempatan itu, Bupati kupang Ayub Titu Eki menitipkan pesan kepada warga desa Raknamo dan sekitarnya agar tidak boleh menjual tanah. Dirinya menyarankan jika ada yang ingin berinvestasi di desa Raknamo sebaiknya tanah tersebut jangan dijual melainkan di sewa kan saja.

Sementara itu Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) II NTT Charisal A. Manu saat diwawancarai mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Bupati Kupang Ayub Titu Eki dan masyarakat Desa Raknamo yang telah membuka diri sehingga pembangunan bendungan dapat berjalan dengan lancar.

Dikatakan  repson positif dan dukungan masyarakat Raknamo ini harus menjadi contoh nyata bagi masyarakat lainnya sehingga pembangunan fasilitas publik dapat berjalan dengan baik dan lancar,” Ungkap Manu. Diungkapkan Manu, peran serta dan dukungan masyarakat khususnya soal pembebasan lahan sangat amat penting dalam pembangunan sebuah fasilitas umum .

Hadir pada penyerahan dana relokasi tersebut Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) II NTT Ir. Charisal A. Manu, M.Si, Kabid KSDA PU NTT Agus, pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Kupang diantaranya Kadis PU Kabupaten Kupang Jhony Nomseo, Kepala Pertanahan Kabupaten Kupang Markus Natonis dan para tokoh adat, tokoh agama Desa Raknamo. (*hayer)