Diduga Mencuri 30 Dos Keramik Kepsek SDI Ile Bura Di Penjarakan

kapolsek Boru Ahmad Wiratama

kapolsek Boru Ahmad Wiratama

Zonalinenews, Larantuka- Kepala Sekolah Dasar Inpres (SDI)Ile Bura, berinisial (PSW) diduga mencuri 30 dos keramik milik Desa Ile Bura, yang hendak digunakan untuk pembangunan Kantor Desa. Akibat perbuatannya itu,Kepala desa dan aparat desa melaporkan kepala sekolah itu ke Polsek Boru, beberapa waktu.

Kepala SDI Ile Bura, PSW ketika ditemui wartawan di sel Polsek Boru kamis , 11 Juni 2015 menuturkan, dirinya mengambil 30 dos keramik untuk di jual untuk menghabiskan pekerjaan Kantor Desa.”Saya ambil 30 dos keramik itu untuk di jual, dan uangnya itu digunakan untuk membeli cat dan perlengkapan lainnya untuk mengabiskan pekerjaan itu. Saat mengabil barang itu saya tidak menyampaikan pihak desa, karena waktu saya mau ambil, sekertaris desa sedang tidak ada di tempat,”jelasnya.

Katanya lagi, dengan perbuatannya itu pihak desa melaporkan saya ke polisi.” Pihak keluarga sudah melakukan pendekatan kepada kepala desa dan aparat desa lainnya agar saya menggantikan 30 dos keramik itu, dan membuat perjanjian ketika keluar dari Sel tidak menjadi kepala sekolah di Ile Bura,”ungkapnya di balik jeruji besi.

Secara terpisah kapolsek Boru, Ahmad Wiratama, ketika di temui wartawan menuturkan,kepala sekolah SDI Ile Bura dilaporkan oleh kepala Desa dan Aparat desa karena mencuri 30 dos keramik milik desa Ile bura.

“Kepala sekolah di laporkan Kepala desa karena diduga mencuri 30 Dos Keramik. Sebelum melaporkan kejadian itu, pihak desa suda melakukan pendekatan kepada pelaku, namun pelaku tidak mengakui perbuatannya, sehingga pihak desa melaporkan kasus dugaan pencurian itu ke Polsek Boru untuk di tangani dan di tempuh jalur hukum”.

Pihak Polsek Boru suda melakukan mediasi untuk menyelesaikan kasus itu, namun keluarga pelaku enggan mengakui perbuatan pelaku. Sehingga proses hukum terus dijalankan.

Ia melanjutkan lagi, akibat dari oerbuatan itu, PSW di kenakan pasal 362 ke huruf E dan subsider pasal 372, dengan ancaman 7 tahun penjara. (*Polce Atakey)