Dokter Ahli Kandungan RSUD Bajawa Buka Tabir Kematian Ibu Muda Melahirkan ‘Alm.Erlyn Nau’

Dokter Ahli Kandungan, RSUD Bajawa, I Gede Mayun, M.Biomet SpOG-1

Dokter Ahli Kandungan, RSUD Bajawa, I Gede Mayun, M.Biomet SpOG-1

ZONALINENEWS-NGADA- Setelah melewati berbagai tahapan pencarian ditengah pro contra masyarakat yang ingin mengetahui sebab musabab kematian seorang ibu muda pasca melahirkan di Puskemas Kota Bajawa dan dilarikan ke RSUD Bajawa hingga menghembuskan nafas terakhir di ruang bersalin setempat, Dokter Ahli Kandungan RSUD Bajawa, I Gede Mayun, M.Biomet, SpOG mengungkapkan isi hatinya atas hasil investigasi, pemeriksaan dan pendalaman serius atas fakta medis terkait penyebab kematian seorang pasien melahirkan, alm. Erlyn Nau beberapa waktu lalu di ruangan bersaling RSUD Bajawa Kabupaten Ngada-Flores Nusa Tenggara Timur.

Diberitakan sebelumnya, keluarga korban ibu muda melahirkan meninggal dunia di RSUD Bajawa ungkap kronologi kematian. Kembali dikutip Zonalinenews, aksi audiensi keluarga korban menemui sejumlah pihak di Puskesmas Kota Bajawa, 3 Juni 2015 disambut baik Direktur RSUD Bajawa Drg. Mercy Betu didamping sejumlah unsur penting bidang Kesehatan Kabupaten Ngada Flores.  Dikutip wartawan, 3 Juni 2015, sesi dialog kedua pihak berjalan kondusif, pihak keluarga korban memberi waktu tiga hari terhitung 3 Juni 2015 kepada Dinas Kesehatan, RSUD Bajawa, Dokter Ahli Kandungan dan Bidan yang menangani pasien untuk berterus terang secara terbuka kepada publik dan berkata jujur tentang sebab musabab kematian korban. “Kami datang dengan maksud dan tujuan baik dan sangat persuasif. Kami beri waktu tiga hari kepada para pihak yang berurusan langsung dengan masalah ini untuk berkata jujur kepada khalayak tentang sebab musabab kematian anak kami Erlyn Nau. Kami berjuang menegakan hal ini berdasarkan fakta kebenaran  agar kematian putri dan family kami tidak sia-sia, sebaliknya dia pergi memesan kejujuran, memesan kinerja, memesan perubahan pelayanan, memesan mentalitas dedikasi, memesan kesadaran, memesan evaluasi dan otokritik serius dalam iman dan perbuatan untuk berlaku baik dan  benar kepada sesama dalam pelayanan medis. Kami beri waktu tiga hari untuk berkata jujur dan tolong jangan tutup-tutupi fakta kebenaran sesungguhnya sebab kami tau apa yang menimpa anak, putri dan family kami”, ungkap Vinsensius Milo pihak keluarga duka.

Loket Informasi Puskot Bajawa

Loket Informasi Puskot Bajawa

Dikutip wartawan, penegasan keluarga duka Vinsensius Milo secara lugas diungkap dihadapan Direktur Rumah Sakit Umum Bajawa didampingi para pihak di aula pertemuan Puskesmas Kota Bajawa Flores, 3 Juni 2015. Vinsensius Milo yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada mengutarakan juga kekecewaan keluarga duka atas sebaran informasi asal-asalan yang dikembangkan dan melibatkan pejabat yang menyebut bahwa korban meninggal karena ada gangguan kesehatan sebagaimana sebaran informasi tidak bertanggungjawab yang dilepas ke masyarakat.

Seruan dan harapan keluarga duka terjawab saat Dokter Ahli Kandungan, I Gede Mayun, M.Biomet SpOG berbicara dihadapan Direktur RSUD. Bajawa Drg,Mercy Betu, pihak keluarga duka disaksikan forum dan sejumlah wartawan yang meliput audiensi para pihak. “Ya ada kesalahan dan kelalaian medis dalam memberikan pertolongan pasien saat itu termasuk pendarahan hebat dan durasi waktu pasien dilarikan ke Rumah Sakit mempengaruhi daya tahan pasien dengan kasus pendarahan seperti ini dan tidak dapat ditolong”,ungkap Dokter Ahli Kandungan, I Gede Mayun, M.Biomet SpOG.

Mirip senada disampaikan Direktur Rumah Sakit Umum Bajawa, Drg.Mercy Betu dalam pernyataan audiensinya kepada keluarga duka. Disebutkan, penyebab pasien meninggal karena mengalami shok pendarahan hebat namun tidak dapat ditolong karena ada keterlambatan dari pihak Puskesmas Kota Bajawa

Penegasan dua orang penting unsur Kesehatan Kabupaten Ngada Flores ini lagi-lagi dibenarkan oleh Kabid Pelayanan Kesehatan Kabupaten Ngada, Botha Hironimus, AMd. Dikutip wartawan, menurut Botha, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada mengakui adanya kesalahan penanganan, bahkan ketika pasien dilarikan dari Puskesmas Kota menuju RSUD Bajawa, oxygen yang berada dalam mobil ambulance gagal dipasangkan pada pasien yang saat itu mengalami shok dan lemah karena pendarahan hebat.

Petikan pengakuan ini belum berakhir, penelusuran wartawan saat melakukan foto ruangan di rumah bersalin Puskesmas Kota Bajawa kembali mendapatkan fakta pengakuan mengejutkan. Salah satu staf perawat yang bertugas di ruang bersalin Puskot Bajawa, 3 Juni 2015, tiba-tiba menuturkan kepada wartawan bahwa sesungguhnya ruang bersalin yang ada di Puskot Bajawa bukanlah ruang bersalin resmi tetapi hanya bersifat pinjam pakai. “Ruang bersalin ibu melahirkan disini sebenarnya adalah rumah dokter yang dipakai sebagai ruang bersalin. Sementara oxygen yang ada di ruangan bersalin adalah oxygen yang dipakai sejak tahun 2011 lalu”, ungkap seorang petugas yang tidak bersedia dikorankan namanya.

Pantauan Zonalinenews 3 Juni 2015 di Puskot Bajawa, kondisi ruangan bersalin atau kamar rumah dokter yang dipakai sebagai tempat bersalin ala pelayanan Puskeskmas Kota Bajawa Kabupaten Ngada-Flores, boleh dibilang sangat seadanya atau bisa jadi cukup berkekurangan. Nampak kondisi ruangan cukup sempit, oxygen udzur serta berbagai keterbatasan lainnya nampak terang benderang di depan mata. Sementara satu mobil ambulance milik Puskot nampak parkir di teras garasi depan ruang bersalin sambil menghadap jalan raya. Beberapa perawat, tenaga bidan dan petugas kesehatan hilir mudik jalankan aktifitas, sementara beberapa lainnya siaga loket piket, namun ketika wartawan sambangi loket yang ada dan meminta nomor contac tenaga Dokter yang ditugaskan di Puskesmas Kota Bajawa untuk diwawancara, sejumlah petugas nampak malu-malu, ada yang langsung menghindar dan menjawab tidak memiliki nomor kontak dokter yang bertugas di Puskot Bajawa Ngada Flores.

“Nomor dokter di kami tidak ada Pa, minta saja ke bagian depan itu (sambil menunjuk ke sebuah ruangan tempat audiensi keluarga duka dengan pihak kesehatan)”, tandas beberapa perawat Puskesmas Kota Bajawa Kabupaten Ngada dengan pandangan keasingan menatap kehadiran awak media. Hingga berita ini diturunkan, media ini belum berhasil memperoleh keterangan lanjut dari para pihak terkait pengenaan sanksi atas temuan kelalaian dan kesalahan penanganan medis hingga hilang nyawa seorang manusia. (*wrn)