Dua Staf Menpera Ditahan Kejati NTT

Bernard Nainbolan, saat diamankan staf Kejati ketika hendak melarikan diri

Bernard Nainbolan, saat diamankan staf Kejati ketika hendak melarikan diri

Zonalinenews-Kupang, Dua staf pada Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) di tahan oleh Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) Senin 22 Juni 2015. Kedua staf tersebut yakni, Bernard Nainbolan dan Palindungan Purba.

Kedua tersangka merupakan staf honor pada Menpera yang bertugas membuat semua administrasi terkait perumahan murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) pada tahun 2013 untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur. Keduanya juga merupakan pelaku yang membuat laporan pertanggungjawaban berupa perjalanan dinas, kegiatan sosialisasi yang diduga fiktif.

Selain itu, tersangka juga yang melakukan pencairan anggaran sebesar Rp. 25 miliar dimana anggaran tersebut digunakan untuk keperluan pribadi. Kasi Penkum Kejati NTT, Ridwan Ansar kepada wartawan, Selasa 23 Juni 2015 mengatakan, keterlibatan kedua tersangka ini sudah terlihat sesuai pengembangan hasil pemeriksaan serta proses hukum untuk lima terdakwa sebelumnya. Dimana keduanya telah membuat laporan pertanggungjawaban fiktif. Akibat perbuatan keduanya negara mengalami kerugian sebesar Rp. 4. 820. 000.000.000,00 berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Keterlibatan kedua tersangka ini sama yakni, membuat laporan pertanggungjawaban fiktif,” ujar Ridwan. Ia menjelaskan, kedua tersangka tersebut langsung ditahan karena merupakan staf honorer pada kantor Kemenpera. Sehingga menurut Ridwan, ada peluang besar bagi tersangka untuk melarikan diri. “Setelah tim medis memeriksa kesehatan kedua tersangka dan menyatakan sehat, kami langsung melakukan penahanan. Mereka dua ini staf honor sehingga jika kami tidak melakukan penahanan, mereka berpeluang besar untuk lari, dan itu akan menyusahkan tim penyidik,” ungkapnya.

Pantauan wartawan, setelah mengetahui dirinya ditahan, salah satu tersangka, Bernard Nainbolan nampak terlihat shock dan sempat melakukan aksi hendak melarikan diri namun langsung diamankan pihak Kejati. Penahanan kedua tersangka tersebut setelah melalui pemeriksaan insentif oleh Tim Penyidik Kejati NTT. (*amar ola keda)