FAK Desak Polda NTT Periksa Bupati Alor

AKSI FAK di Depan halaman Polda NTT

AKSI FAK di Depan halaman Polda NTT

Zonalinenews,Kupang- Puluhan masa yang tergabung dalam Forum Anti Korupsi (FAK) Kabupaten Alor, Kamis 17 Juni 2015 kembali melakukan aksi demonstrasi di depan halaman Mapolda Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka menuntut Kapolda NTT, Brigjen Pol. Endang Sunjaya segera memeriksa Bupati Alor, Drs. Amon Djobo atas dugaan kasus manipulasi data pengangkatan tenaga honorer K2 Kabupaten Alor untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

FAK juga mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT segera memanggil Kejaksaan Negeri Kalabahi untuk mempertanyakan perkembangan kasus gratifikasi yang diduga dilakukan oleh Bupati Alor yang proses hukumnya masih terkatung-katung hingga saat ini.

Selain itu, FAK mendesak pihak Kejaksaan Tinggi NTT untuk segera menetapkan status Eny Anggrek sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Desa Wolibang, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor.

Koordinator aksi, Abdullah Apa dalam orasinya mengatakan, korupsi adalah benalu sosial yang merusak struktur pemerintahan dan menjadi penghambat utama terhadap jalannya pemerintahan serta pembangunan pada umumnya dan khususnya menghambat pembangunan dan kemajuan di Kabupaten Alor. Para koruptor memakai uang sebagai standar kebenaran dan sebagai kekuasaan mutlak. Akibatnya, kaum koruptor yang kaya raya dan para politisi korup yang berkelebihan uang bisa masuk kedalam golongan elit yang berkuasa dan sangat dihormati.

Menurutnya, untuk memberantas korupsi dibutuhkan kecerdasan dan keberanian untuk mendobrak dan merobohkan pilar-pilar korupsi yang menjadi penghambat utama lambatnya pembangunan ekonomi di Kabupaten Alor, NTT bahkan di Indonesia. Olehnya, dirinya meminta kepada Kapolda NTT, Brigjen Pol. Endang Sunjaya agar segera menyelesaikan kasus hukum di Kabupaten Alor yang masih mengendap.

“Korupsi kini telah menadi wabah yang tidak pernah selesai karena penyelesaian korupsi saat ini hanya menjadi komoditi politik, bahan retorika ampuh untuk menarik simpati. Kami mendukung Polda NTT unutk menumpas koruptor di Kabupaten Alor,” tegasnya.

Salah satu anggota FAI, Paulus Taenglote menyatakan, banyak sekali kasus di Kabupaten Alor yang telah dilaporkan pihanya, namun hingga saat ini belum diproses secara tuntas oleh pihak kepolisian maupun Kejaksaan Negeri Kalabahi.

Ia menjelaskan, bukti-bukti yang dilakukan oleh Bupati Alor yang diduga telah memanipulasi data 150 tenaga honorer K2 untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kabupaten Alor.telah diserahkan kepihak Polda NTT. Namun, hingga saat ini kasus tersebut belum ditangani. “Semua bukti sudah kami serahkan ke pihak Polda NTT, tetapi kenapa hingga kini belum diproses,” tegasnya.

Pantauan Zonalinenews. Setelah melakukan aksi di depan halaman Polda NTT, masa juga melakukan long march menuju kantor Kejaksaan Tinggi NTT. Aksi tersebut berjalan aman dan tertib dengan dikawal ketat aparat kepolisian. (*amar ola keda)