FPMA Desak Kejati NTT Tangkap Eni Anggrek

FPMA saat melakukan aksi di depan halaman Kejati NTT

FPMA saat melakukan aksi di depan halaman Kejati NTT

Zonalinenews, Kupang- Puluhan masa yang tergabung dalam Forum Pemuda dan Mahasiswa Alor (FPMA) melakukan aksi di halaman depan Kejaksaan Tinggi (Kejati NTT), Senin 1 Juni 2015. Dalam aksi tersebut masa mendesak Kejati NTT untuk segera menangkap serta mengusut tuntas dugaan korupsi proyek peningkatan jalan ruas Baranusa-Beangonong, Kecamatan Pantar Kabupaten Alor kontraktor PT. Pantai Laut (PT Timor Pembangunan), Eni Anggrek terkait dugaan korupsi proyek peningkatan jalan ruas Baranusa-Beangonong, Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor.

Dalam orasinya, Ketua Pemuda Alor, Sokan B. Teibang, dalam pengerjaan jalan tersebut, tidak ditemukan adanya papan proyek yang terpajang dalam lokasi kegiatan hingga selesai kegiatan.

Menurutnya, pada pekerjaan agregat B, ditemui dilapangan tidak memenuhi syarat teknis yakni, unsur batu pecah tidak ada dan tidak ada unsur pasir. Karena batu pecah yang dipakai untuk pekerjaan Lapen terkhusus batu pecah 3/5 terlihat masih ada batu bulat. Hal ini, menyebabkan asas manfaat jalan tersebut sangat tidak bermanfaat bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, hal ini diduga merupakan perbuatan penyalahgunaan keuangan negara sebagaimana yang telah diatur dalam UU tindak pidana pemberantasan korupsi No.31 tahun 1999 JO, UU No. 20 Tahun 2001.

Salah satu pemuda asal Alor, Yos Sudarso mengatakan, Eni Anggrek juga harus bertanggungjawab terhadap proyek pengerjaan Perumahan MBR Wolibang, Kecamatan Kabola. Karena menurutnya, alam pengerjaan tersebut, Eni Anggrek bertindak untuk dan atas nama PT. Timor Pembangunan sesuai surat kuasa Nomor : 054/SK-TP/IX/2013, MELAKSANAKAN PENGERJAAN Proyek pembangunan MBR. Namun, dalam penyelidikan pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Alor, Eni Anggrek belum ditetapkan sebagai sebagai tersangka. Padahal, menurutnya, Eni Anggrek diduga turut bersama-sama melakukan perbuatan merugikan keuangan negara dalam proyek pembangunan MBR tersebut.

“Kami mendesak Kejati segera memeriksa Eni Anggrek karena ada dugaan kuat proyek pengerjaan MBR itu terindikasi korupsi. Kami juga desak pihak Kejati NTT agar segera memeriksa Bupati Alor,” tegasnya.

Selain mendesak mendesak Kejati NTT menangkap Eny anggrek, masa juga mendesak Kejati NTT segera memeriksa Bupati Alor, Amon Djobo atas dikeluarkannya memo kepada Kepala Sekolah SMA Negeri Awalaha, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor dan dugaan grafitasi yang dilakukan oleh Bupati Alor, dalam memberikan uang kepada 28 anggota DPRD Alor masing-masing senilai Rp. 2. 500.000, yang disampaikan oleh salah satu anggota DPRD Alor dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Paulus Brikmar.

Pantauan Zonalinenews, setelah melakukakan orasi di depan halaman Kejati, masa akhirnya diijinkan untuk beraudiens dengan Kasi Pidum Kejati NTT, Gasper Kase. Dalam aksi tersebut, masa juga membawa spanduk bertuliskan, “Kejati NTT Stop lindungi Eni Anggrek”, “Gubernur NTT Stop Lindungi Pelaku Korupsi”, “Bupati Alor Mafia Tambang Wakapasir”, “Polda NTT dan Kejati NTT Segera usut tuntas Korupsi dan Mafia Tambang di Kabupaten Alor,”.

Setelah selesai beraudiens dengan pihak Kejati NTT, masa selanjutnya melakukan aksi di depan gedung DPRD Provinsi NTT. Selain berorasi, masa juga membakar foto Bupati Alor. Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polres Kupang Kota. (*amar ola keda)