Guru SMPN Solor Timur Cabuli Muridnya

Kasubag Humas Polres Flotim Erna

Kasubag Humas Polres Flotim Erna

Zonalinenews,Larantuka- Salah seorang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berinisial (SAA), diduga melakukan pelecehan seksual kepada seorang siswa kelas III, berusia 14 tahun, pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satu Atap (Satap) watanhura, Lamboleng, Kecamatan Solor Timur. Akibat dari perbuatan SAA, nama lembaga pendidikan itu menjadi tercoreng, dan dirinya harus berurusan dengan pihak kepolisian.   Kasubag Humas Polres Flotim, Erna Romakia ketika di Konfirmasi wartawan pada selasa 08 Juni 2015 membenarkan hal itu.

Erna Melanjutkan, kasus ini sedang ditangani penyidik pembantu Polsek Solor. ” Kasus pelecahen terhadap anak di bawah umur sedang dalam pemberkasan dan minggu depan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), tahap pertama di serahakan ke kejaksaan Negeri Larantuka,”ujar Erna singkat.

Ia melanjutkan lagi, kasus anak di bawah umur, bukan merupakan delik pengaduan, sehingga di proses hingga ke pengadilan. Ancama hukuman terhadap pelaku 15 tahun karena telah melanggar undanh-undang perlindungan perempuan dan anak.

Secara terpisah ayah Korban, Stefanus Mataruta Werang, ketika di konfirmasi wartawan menuturkan, kasus yang di alami oleh guru SAA sepantasnya diberitahkan ke publik, hal itu menjadi evek jerah bagi SAA karena tindakan pelecehan seksual kepada anaknya suda berulang-ulang kali.

“saya tidak pernah menyangka guru SAA perlakukan anak saya sperti itu. Saya sempat stres ketika pengakuan dari anak saya, bahawa guru SAA telah melakukan pencemaran terhadap dirinya. Perbuatan itu sudah dilakukan oleh guru SAA sejak tahun lalu. Saya heran seorang guru yang suda berkeluarga dan memiliki seorang anak, tega melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan itu kepada anak di bawah umur,”kesalnya.

Stef mengatahkan, kasus itu sedang ditangani Polsek Solor di Menanga. “saya bersama istri suda diambil keterangan oleh pihak penyidik. Sementara anak suda di visum dan barang bukti pakian suda diserhakan kepada pihak kepolisian,”jelasnya.

Pihak keluarga juga berharap agar proses hukum kepada guru SAA hingga tuntas. Karena tindaka tidak terpuji yang dilakukan oleh guru SAA, mencorengkan nama baik sekolah. Disamping itu juga selain proses hukum yang dijalankan SAA, tindakan hukum disipliner dan kode etik sebagai seorang guru harus di jalankan.(*Polce Atakey)