Jefri Riwu Kore Desak Kemenpar RI Prioritaskan Destinasi Wisata NTT

Jeriko dan Menpar

Jeriko dan Menpar

Zonalinenews-Jakarta, Rapat Kerja (Raker) antara Komisi X DPR RI dengan Menteri Pariwisata RI Selasa Selasa 9 Juni 205 diruang rapat komisi tentang pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) dan Rencana Kerja Pemerintah dan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKP K-L) untuk masa tahun 2016, Kemenpar menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 12 juta dan 260 juta kunjungan wisatawan nusantara.

Untuk mencapai realisasi target tersebut maka Kemenpar mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp. 6,022 triliun. Terkait usulan tersebut, beberapa anggota DPR RI memberikan masukan agar Kemenpraf perlu mencari langkah taktis yang lebih tepat untuk mendongkrak angka kunjungan wisata Indonesia.

Jefri Riwu Kore dalam pandangannya, Kemenpar RI perlu melakukan percepatan pengembangan potensi destinasi pariwisata baru di daerah-daerah yang belum dioptimalkan.

“ Pak menteri perlu melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terkait pengembangan infrastruktur dan destinasi pariwisata daerah, termasuk sumber daya manusia pariwisatanya. Bagaimana bisa capai target 12 juta wisman dan 260 juta wisnus jika infrastrukturnya tidak ada, SDM nya bidang wisata kurang, dan yang diomong hanya Bali dan Bali saja, coba tengok NTT sana, ribuan destinasi wisata yang lebih dari Bali juga ada kok. Menteri harus kreatif untuk lihat potensi wisata di daerah seperti pantai Bollow dan Pantai Raijua di Sabu, pantai Kondamaloba dan air terjun tarimbang di Sumba, Pantai Kolbano di TTS, Pantai Tablolong dan Lasiana di Kupang”, ujar Anggota DPR RI Jefri Riwu Kore.

Jefri menyarankan bahwa pengembangan destinasi dan pencapaian target wisatawan, maka Kemenpar harus mempertimbangkan daya dukung pariwisata di daerah misalkan NTT, khususnya terkait dengan infrastruktur dan kemampuan sumber daya manusia. Di NTT sana ada juga wisata religi di Flores Timur setiap momen paskah. Jika potensi wisata religi ini dilirik Kemenpar maka akan menjadi destinasi wisata religi yang berdampak juga pada ekonomi rakyat selain untuk nilai-nilai spiritual keagamaan. “Jika demikian maka DPR RI akan memberikan dukungan program dan anggaran yang memadai”, ungkap Jefri.

Jeriko memberi apresiasi atas prestasi Kemenpar RI terkait dengan hasil peringkat daya saing pariwisata Indonesia yang meningkat dari peringkat 70 menjadi peringkat 50 dari 141 negara berdasarkan laporan The Travel & Tourism Competitiveness Index (TTTCI) yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF). Atas prestasi Kemenpar ini, Jeriko menyarankan agar Menteri perlu memberlakukan optimalisasi kebijakan bebas visa dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan manca negara perlu dipertahankan dan diperluas ke negara-negara yang memiliki potensi mendatangkan wisatawan.

Ibas Yudhoyono salah satu kolega Jeriko di Komisi X DPR RI, dalam pandangannya berharap agar Menpar perlu memperhatikan program-program Menteri zaman pemerintahan lalu seperti sail yang mampu mendongkrak angka kunjungan wisatawan di Indonesia yang seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

Terkait atas masukan tersebut, Menpar menuturkan “Saat ini telah dilakukan kerjasama dengan kementerian terkait untuk mengalokasikan pengembangan 19 bandara, 179 pelabuhan laut untuk mendukung peningkatan angka kunjungan wisman dan wisnus di Indonesia, termasuk destinasi wisata ke NTT”, ujar Arif Yahya Menteri Pariwisata RI.

Ian Haba Ora juru bicara Jeriko Center yang dihubungi via telepon terkait perjuangan Jeriko untuk mendorong destinasi wisata NTT menuturkan selain Rp. 11 milyar yang telah masuk dalam tahun anggaran 2015 di Kemenpar untuk NTT, saat ini pak Jeriko lagi mengloby dan mendesak Kemenpar agar di tahun 2016 mendatang, anggaran yang disediakan untuk destinasi wisata NTT lebih ditingkatkan.

“Saat ini Jeriko Center sementara membangun koordinasi dengan kepala daerah baik Gubernur, Walikota dan Bupati untuk memberikan kajian Kawasan Ekonomi Pariwisata (KEP), masing-masing daerah tiga potensi wisata sesuai ucap Menpar kepada Jeriko untuk diprioritaskan dalam tahun anggaran 2016 saat Raker tadi,” ujar Haba Ora penulis buku kontroversial abuse of power.(*tim)