JR Diduga Pelaku Bukan Sebagai Saksi

Pria  dan wanita  yang diamanakan Anggota Polisi Sektor Oebobo

Pria dan wanita yang diamanakan Anggota Polisi Sektor Oebobo

Zonalinenews, Kupang- Kasus dugaan perselingkuhan salah satu aktivis di NTT berinisial (JR) yang ketika digrebek anggota Polsek Oebobo bersama pasangan wanitanya Jumat 12 Juni 2015 pukul 09.45 wita ternyata merupakan istri sah anggota polisi. Kasus ini sempat menghebohkan publik. Ironisnya, kasus yang sudah dilaporkan di Polsek Oebobo ini hingga kini belum ada kejelasan penanganannya. Lebih aneh lagi, pelaku (JR) saat dikonfirmasi mengatakan dirinya bukan pelaku melainkan hanya sebagai saksi.

Hal ini bertentangan dengan pengakuan salah satu sumber terpercaya media ini yang engan namanya dipublikasikan jumat 26 Juni 2015.

Ia mengatakan, ketika penggrebekan, pelaku bersama pasangan wanitanya ada di dalam kamar kos pelaku yang saat itu semua pintu dan jendela dalam keadaan tertutup. Olehnya, Jika JR mengatakan hanya sebagai saksi dalam kasus itu menurutnya, sebuah upaya pembelaan diri dari jeratan hukum.

Lanjutnya, saat diinterogasi pelaku juga mengatakan jika pasangan wanitanya tersebut merupakan staf kantornya. Padahal, menurutnya penggrebekan itu merupakan tindaklanjut dari laporan yang diberikan oleh suami pasangan wanita tersebut. Atas kejadian itu, Ia mengaku, suami wanita yang merupakan anggota polisi tersebut telah membuat surat laporan ke Polsek Oebobo.

“Saat digrebek pintu jendelanya tertutup. Jika dia mengaku itu stafnya kenapa pintunya tertutup semua. Lagipula penggrebekan itu kerena laporan suami wanita itu. Buktinya ada surat laporan polisi, itu berarti dia dilaporkan sebagai pelaku,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Oebobo, AKP. Benyamin Nikijuluw ketika dikonfirmasi Jumat 26 Juni 2015 pukul 11.00 wita mengaku, kasus dugaan perseligkuhan itu ditangani pihaknya. Namun, saat ini pihaknya belum memiliki alat bukti yang kuat untuk menyatakan bahwa JR merupakan pelaku. Benyamin juga mengatakan kasus tersebut tidak ada bukti laporan polisi. “Masa tidak ada bukti kita tetapkan orang itu sebagai pelaku. Semuanya itu harus ada bukti hukumnya misalnya hasil visum. Tetapi ini tidak ada bukti,  laporan polisi dari suami wanita itu juga tidak ada,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya Hari itu Jumat 12 Juni 2015 Pukul 9.45 wita, Saya (JR) dijemput dan dibawa ke Kapolsek Oebobo Kota Kupang sebagai saksi terkait persoalan dugaan perselingkuhan stafnya yang dilaporkan ke polisi. “Namum yang jadi pertanyaan kenapa saya saksi ko saya di jemput di rumah oleh Anggota polisi sektor kecamatan Oebobo,” Demikian ditegaskan Jhon Rikardo (JR) Sabtu 13 Juni 2015 sore di Kediamannya saat memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menuding dirinya merupakan pasangan selingkuh, dengan judul Berita Polisi Gebrek Pasangan selingkuh di Kota kupang.

“Tidak benar dirinya ditangkap aparat kepolisian sektor Kecamatan Oebobo karena berselingkuh , saya dijemput polisi sebagai saksi. Dan saya tidak mengetahui secara pasti persoalan ini , kok tiba-tiba polisi datang ketempat saya, menjemput saya katanya mau diperiksa sebagai saksi pada kasus dugaan perselingkuhan staf saya,” jelas Ricardo.

Setelah memberikan keterangan sebagai saksi di Kantor Polisi Sektor Kecamatan Oebobo akhirnya dirinya kembali kerumah “ Saya semalan langsung pulang tidak ditahan. Saya kaget ketika saya diberitakan di media bahwa saya ditangkap aparat kepolisian bersama selingkuhan saya, dan pemberitaan itu tidak benar ,”ujarnya sambil memberikan klarifikasi.

Dirinya menegaskan tidak benar dirinya tertangkap berselingkuh , yang benar adalah dirinya beserta stafnya dijemput oleh polisi untuk memberikan saksi kepada stafnya, yang diduga terlibat kasus perselingkuhan “ Saya juga menegaskan saya bukan konsultan proyek pemerintah tapi yang benar adalah Pimpinan suatu LSM ,”tandasnya. (*tim)