Kadis Kesehatan Dituding Mengebiri Hak Tenaga Honor Kesehatan Flotim

Honorer yang mendatangi kantor dinas kesehata kabupaten Flotim

Honorer yang mendatangi kantor dinas kesehata kabupaten Flotim

Zonalinenews,Larantuka-Sebanyak belasan tenaga honor swadaya mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Kabuapten Flores Timur (Flotim) yang di kepalai oleh Yoseph Usen Ama, untuk menanyakan nasib mereka yang sudah lama mengabdikan dirinya sebagai tenaga kesehatan sawdaya, tanpa dibiayai Pemerintah Kabupaten (Flotim). Kedatangan mereka ingin mempertanyakan nasib mereka karena tidak diakomodir sebagai tenaga kontrak daerah Kabupaten Flotim. Mereka juga menudung Kadis Kesehatan sedang mengebiri hak serta menelantarakan nasib mereka.

Kepada wartawan, pada Rabu 04 Juni 2015. Para Tenaga Kesehatan ini menuturkan, penetapan tenaga honorer menjadi tenaga kontrak yang dilakukan oleh Tim kajian Tenaga Kontrak Dinas Kesehatan tidak berpihak pada tenaga honor swadaya yang selama ini mengabdikan dirinya tanpa diupah. Kadis kesehatan sedang mengebiri dan menelantarakan hak tenaga honor.

Mereka melanjutkan, ada beberapa fakta yang ditemukan diantaranya, salah satu orang yang selama ini di Bali dinyatakan lulus, disamping itu juga fakta lain yang membuktikan salah seorang yang bekerja selama 2 tahun di Kupang dinyatakan lulus, mirisnya lagi ada yang tidak bekerja sama sekali tapi dinyatakan lulus oleh Dinas Kesehatan Flotim.

“Kami sangat menyesal dengan pengumuman yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, karena berdasarkan sosialisasi dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Flotim, diutamakan yang sudah mengabdi di Kabupaten Flotim. Dan yang diutamakan itu suda lama mengabdi,”ungkap mereka.

Bahkan mereka berjanji untuk tidak bekerja lagi, sebagi tenaga swadaya di kabupaten Flotim. “Kami lebih baik berhenti bekerja dan membuka usaha lain daripada bekerja belasan tahun nasib kami tidak di perhatikan,”Kesal mereka.

Menanggapi itu, anggota DPRD Flores Timur, Agustinus Boli, Ahmad Mukthar, Hendrikus Belang, dan Matias Werong Enai angkat bicara.

DPRD Flotim menilai penetapan yang dilakukan kadis Kesehatan diluar prosedur yang mnegatur. DPRD mngusulkan untuk adanya penerimaan tenaga kontrak kesehatan dengan pertimbangan untuk mempermudah akses pelayanan kesehatan di desa-desa. Untuk tenagan honor yang dikantongi selama ini berjumlah 206 orang, sehingga DPRD mensiasati agar tahun ini 100 orang diakomodir dan sisanya diakomodir tahun berikutnya.

“Apabila Kadis Kesehatan melenceng keluar dari nama-nama yang suda dikantongi DPRD maka, DPRD akan memanggil kadis kesehatan dan meminta penjelasan terkait prosedural dan alasan penetapan tenaga kontrak. Dismaping itu juga DPRD akan mempertanyakan Kredibilitas dan independensi tim seleksi dalam menetapkan tenagakontrak, hal ini diduga kuat adanya praktek Korupsi Kolusi dan Nepotimse (KKN) yang sedang dijalankan,”tegas DPRD.

DPRD juga akan memanggil Kadis Kesahatan dalam waktu dekat untuk di minta pertanggung jawaban terkait penetapan tenaga kontrak daerah. DPRD mengusulkan untuk seratus oranga kontrak kesehatan itu merupakan tenaga medis yang diprioritaskan sudah lama mengabdikan dirinya,bukan yang belum bekerja sama sekali.

Berdasarkan data yang diperoleh, kadis kesehatan Yoseph Usen Ama mengumumkan tenaga Kontrak daerah, sebanyak seratus ornag diantaranya, Perawat 34 orang, Bidan 27 orang, gisi 4 orang, konseling 1 orang, Kesehatan Masyarakat 10 orang, Adminitrasi 12 orang,Cleaning servive 9 orang, sopir 2 orang.

Yoseph Ama Husen, ketika hendak dikonfirmasi wartawan, salah seorang pegawai dinas Kesehatan menuturkan, kadis Sedang ke Adonara sejak tanggal 03 April 2015 dalam belum diketahui kapan kembali ke Larantuka. (*Polce Atakey)