Kadis Pertanian Flotim Akui adanya Masalah Pekerjaan Embung

Ketua Gertak Kanis Soge dan Rober ledor saat aksi di depan kantor Dinas Pertanian Kabupaten Flotim

Ketua Gertak Kanis Soge dan Rober ledor saat aksi di depan kantor Dinas Pertanian Kabupaten Flotim

Zonalinenews,Larantuka-Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Flores Timur (Flotim), Antonius Wukak Soge membuka aibnya sendiri terkait sejumlah permasalahan dalam proses pekerjaan Embung-embung di beberapa titik di Kabupaten Flotim pada tahun 2014. Persoalan itu diupayakan untuk diselesaikan kontraktor, agar dapat difungsikan oleh masyarakat setempat. Namun hingga kini proses perbaikan belum dilakukan kontrak yang melakukan pekerjaan itu.

Ketika ditemui Gerakan Anti Korupsi (Gertak) Flotim di ruang kerjanya bersama Wartawan pada Selasa 09/ Juni 2015 , Anton mengatahkan dirinya mengapresiasi Gertak Flotim yang datang menyampikan aspirasi terkait persoalan embung –embung di Distanak Flotim. Saya juga sudah menjelaskan ke DPRD Flotim pada rapat Pansus yang di selenggarakan DPRD beberapa waktu lalu.

Ketua Gertak Flotim, Kanis Soge dalam pertemuannya dengan Kadis Distanak di saksikan para wartawan mempertanyakan kepada Kadis Distanak, mengenai Laporan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Flotim, Yoseph Laga Doni Herin tahun anggaran 2014, diantaranya salah satu temuan pansus DPRD pada Distanak Kabupaten Flotim, merupaka pekerjaan yang bermasalah. Proyek itu hingga kini belum di manafaatkan masyarakat karena ditemukan adanya kerusakan atau keretakan pada bagian bangunan embung-embung.

Temuan pansus mengenai masalah pembangunan embung-embung kata Kanis, akan di bawah ke Kejaksaan Larantuka untuk di proses sesuai dengan hukum yang berlaku. Persoalannya pada perencanaannya hingga pekerjaan sehingga hasilnya tidak bisa dimaanfatkanoleh masyarakat

Sementara Anton Wukak Sogen  menjelaskan, ada sejumlah pembangunan embung-embung yang memang bermasalah seperti terjadi di Riangtita, Kecamatan Ile Bura. Pada saat embung-embung itu hendak diserhakan, pigaknya melakukan pengecekan dan menemukan keretakan sehingga penyerahan tidak dilaksanakan kontraktor pelaksana.

“Oleh karena itu, hingga hari ini, saya belum melakukan PHO. Saya belum menandatangani PHO. Saya ingin Masyarakat menikmati embung-embung yang dibangun itu,”katanya.

Sebelumnya, terkait dengan proyek pembangunan embung-embung pada sejumlah wilaya di Kabupaten Flotim, DPRD melalui keputusan DPRD Flotim No.188.47/24/DPRD.FLT/2015 tentang rekomendasi DPRD Kabupaten Flotim merekomendasikan agar Inspektorat Daerah (Irda) Flotim melakukan pemeriksaan. (*polce Atakey)