Kajari Ende Diduga Gelapkan Kasus korupsi Di Desa Tonggopapa

forum masyarakat Anti Korupsi Ende demo di depan Kajri Ende

forum masyarakat Anti Korupsi Ende demo di depan Kajri Ende

Zona Line News – Ende, Kejaksaan Negeri Ende diduga kuat menggelapkan dan menghilangkan kasus korupsi  di Kecamatan Ende tepatnya didesa Tonggopapa Kebupaten Ende. Pasalnya kasus korupsi yang  terindikasi  adanya Penyimpangan Alokasi Dana Desa (ADD) di desa Tonggopapa yang menelan kerugian Negara sebesar ratusan juta rupiah kemudian dibiarkan dan diterlantarkan oleh pihak Kejaksaan Negeri Ende tanpa adanya kejelasan dan kepastian hukum.

“Kapan proses penetapan terhadap tersangka di tetapkan oleh pihak Kejari Ende,”demikian diungkapkan Koordinator Forum Masyarakat Tonggopapa Anti Korupsi Kabuapten Ende , Hironimus Raja saat berorasi didepan kantor Kejari Ende, Senin, 29 Juni 2015. Pukul 10.00 wita.

Menurut Hironimus, Sebagai masyarakat desa pihaknya kecewa dengan Kejaksaan Negeri Ende karena sudah sejak tahun lalu hingga hari ini pihak Kejari Ende belum menindaklanjuti proses putusan hukum terhadap tersangka sedangkan dalam tahap penyelidikan yang dilakukan oleh kejaksaan ende ditemukan adanya dugaan penyimpangan alokasi dana desa tersebut yang kemudian disimpulkan oleh Kajari Ende bahwa ada indikasi terjadi penyimpangan oleh sejumlah oknum perangkat desa dan kemudian dijanjikan kasus tersebut akan segera ditingkatkan ke tahap penyidikan namun sampai saat ini kejaksaan Negeri Ende dinilai mandul karena belum melakukan langkah penyidikan terhadap  kasus tersebut.

Sementara itu salah seorang pemdemo, Yohanes Sinding dalam aksinya menuturkan, sekian banyak kasus yang terjadi di kabupaten ende seolah menumpuk dimeja Kejaksaan Negeri Ende yang belum tuntas diselesaikan oleh pihak Kajari Ende terkhusus kasus dugaan penyimpangan alokasi dana desa tonggopapa yang hingga saat ini belum ada kejelasan hukum terkait penyelesaian kasus tersebut.

 Dikatakannya, kasus dugaan penyimpangan ADD  yang muncul sejak tahun 2014 sampai dengan 2015 Kajari Ende terkesan seperti “tertidur nyenyak tak kunjung bangun” untuk menyelesaikan kasus tersebut. Karena usai dilakukannya penyelidikan ditahun 2014 oleh pihak Kejari yang kemudian mendapat sebuah kesimpulan adanya indikasi terjadi penyimpangan oleh sejumlah oknum perangkat desa dan dijanjikan untuk secepat mungkin akan ditingkatkan ke tahap penyidikan namun hingga kini Kejaksaan Negeri ende belum menetapkan sebagai tersangka. “Hal ini membuktikan bahwa kajari ende sangat lamban dalam menyelesaikan kasus tersebut,” ujar Yohanes ketika berorasi didepan kantor Kejari Ende.

Sekretaris Forum Peduli Masyarakat Kecil kabupaten Ende, Pala Adrianus mengatakan dalam penyelesaian kasus dugaan korupsi di desa tonggopapa agar segera dituntaskan sehingga kasus korupsi benar – benar ditiadakan dari kabupaten ende khususnya desa tonggopapa.

Menurutnya, kejari ende jangan memberikan harapan yang tidak pasti kepada masyarakat desa tonggopapa terkait penyelesaian kasus tersebut. Dan pihaknya mengharapkan agar secepatnya diselesaikan karena dengan bukti – bukti yang dikantongi oleh pihak kejaksaan Negeri Ende usai melakukan penyelidikan sudah cukup bukti untuk secepat mungkin menetapkan tersangka bagi pejabat desa tonggopapa yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana ADD tersebut dan meminta kepada pihak kejaksaan Negeri Ende agar segera menahan pelaku-pelaku korupsi didesa tonggopapa.

Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Ery Ariansah SH mengatakan hal tersebut melalui kasi pidsus, Alboim Blegur, SH mengatakan pihaknya menjanjikan dalam jangka waktu dua (2 minggu) kasus penyimpangan dana ADD desa tonggopapa akan segera diselesaikan dan pihaknya juga menjanjikan bahwa pihaknya siap untuk bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Ungkap Blegur dihadapan masyarakat tepat didepan kantor Kejari Ende. (*Marianus Laka)