Kebun Gereja Motor Penggerak Ekonomi Masyarakat

Bupati Kupang Ayub Titu Eki

Bupati Kupang Ayub Titu Eki

ZONALINENEWS – OELAMASI, Kehadiran Gereja ditengah – tengah kehidupan masyarakat harus membawa dampak dan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk dapat berkembang bukan hanya dalam bidang rohani saja, tetapi masyarakat  juga bisa berkembang dalam berbagai aspek kehidupan yang  diantaranya dibidang pertanian dan perkebunan, kaarena di Kabupaten Kupang  sangat potensial dikembangkan lahan pertanian dan perkebunannya.

Hal in diungkapakan Bupati Kupang Ayub Titu Eki dalam sambutannya pada acara  Sidang Majelis Klasis AMfoang Selatan, Minggu 21 Juni 2015 pukul 9.30 wita  di Gereja Kharmel Fatumetan Amfoang Selatan Kabuapten Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT). Acara tersebut dibuka langsung oleh  Ketua Majelis Klasis Amfoang Selatan Daniel Wadu, S.Si, Theol. Dan hadir pada acara itu Ketua TP PKK Kabupaten  Kupang Ny. Christina Ngadila Titu Eki, serta para pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang diantaranya Kepala BKD Mesakh Elfeto, Kepala Pertanahan Kabupaten Kupang Markus Natonis, Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Kupang Stefanus Baha, S.Sos.

Bupati Kupang Ayub Titu Eki mengatakan, bagi seluruh majelis Jemaat di Klasis Amfoang Selatan agar dapat membangun kebun – kebun Gereja yang berdampak bagi peningkatan taraf hidup masyarakat.

Lanjut Ayub,  Gereja dapat berperan dan menjadi pelopor kehidupan masyarakat yang lebih baik. Pasalnya,  kehadiran Gereja dalam Jemaat bukan hanya memberikan pelayanan rohani saja melainkan juga mematangkan hidup jemaatnya untuk lebih berkualitas dalam berbagai aspek kehidupan. “Apa yang saya bicara ini sepertia apa juga yang sudah disamapikan  oleh Pendeta Takoi dalam khotbahnya tadi bahwa, jemaat memerlukan cash/pengisian daya hidup agar hidupnya menjadi lebih berarti, “ujarnya.

Menurut Ayub,  dengan membangun kebun Gereja masyarakat diajak untuk aktif dan giat berusaha, dimana Gereja menjadi penggerak sehingga hasilnya dapat digunakan untuk pekerjaan dan pelayanan Tuhan serta menjadi berkat untuk jemaat yang ada. Dirinya juga mengajak masyarakat untuk aktif dan giat dalam bercocok tanam dan tidak hanya berpangku tangan meratapi keadaan yang sulit, tetapi berkerja keras memanfaatkan potensi lahan yang ada dan luas untuk kehidupan yang lebih baik. “Semua masyarakat untuk aktif dan bergerak dalam gerakan tanam paksa paksa tanam dengan membangun dua taman yaitu taman lestari yakni pemanfaatan lahan tidur untuk ditanami tanaman umur panjang seperti mangga, jambu mente, nangka dan lainnya serta membuat taman gisi seperti  sayuran seperti Lombok, tomat, terong dan sayuran lainnya ditanam dihalaman rumahnya.  sehingga hasilnya selain dapat dikonsumsi sendiri dapat juga dipasarkan, “tegas Ayub.

Sementara itu Salah satu tokoh agama didesa fatumetan Pdt. Marthen Melkian Niubay mengatakan,  dukungannya terhadap gerakan tanam paksa dan paksa tanam yang dicanangkan Pemerintah. Ketika  mendengar program Pemerintah gerakan tanam paksa kata Marthen, dirinya dibantu  anak – anak dikampungnya untuk  menanam Lombok di lahan seluas  satu hektar. “Ketiaka pada awal saya memulai kegiatan ini saya sempat dikritik oleh teman – teman karena wilayah tempat saya  menanam airnya tidak terlalu banyak. Tetapi berkat ketekunan dan semangat dalam kurun waktu 4 bulan setelah menanam saya bisa panen Lombok hingga 150 kg yang dapat dijual ke pasaran – pasar besar yang ada di Kabupaten Kupang mau pun di Kota Kupang, “katanya.

Dijelaskan, lewat kerja keras menanam dirinya bisa mendapatkan penghasilan puluhan juta pertahun dan sekarang bisa membeli sebuh mobil pik up untuk sarana transportasi menjual hasil panennya.

Ketua Majelis Klasis Amfoang Selatan Daniel Wadu, S.Si, Theol dalam laporannya menambahkan Sidang Majelis Klasis Amfoang Selatan ini diikuti 34 Mata jemaat se Klasis Amfoang Selatan yang terdiri dari 3 Kecamatan diantaranya Kecamatan Amfoang Selatan, Amfoang Tengah dan Amfoang Barat daya hadir pada Sidang Majelis Klasis ini. Beberapa agenda yang dibahas dalam pelaksanaan Sidang Klasis 3 hari ini mulai tanggal 21-23 Juni diantaranya ialah mengevaluasi pelayanan, menyusun program Kerja Klasis, pemilihan panitia paket Calon Majelis Klasis periode 2015-2019 yang pada tahun ini akan berakhir masanya. (*hayer)