Keluarga Serta Jabatan Tim Kuasa Hukum Sebagai Jaminan Penangguhan Pandango

Bupati Sumba Barat, Jubilate Pandango saat memasuki ruang sidang

Bupati Sumba Barat, Jubilate Pandango saat memasuki ruang sidang

Zonalinenews, Kupang – Keluarga serta Tim Kuasa Hukum terdakwa kasus korupsi pengadaan kendaraan dinas pada Kabupaten Sumba Barat, Jubilate Piter Pandango rela menyerahkan jabatannya sebagai jaminan atas penangguhan penahanan terdakwa. Selain jabatan, tim kuasa hukum terdakwa yang terdiri dari, Yohanes Rihi, Manotona Laia serta Yanti Siubelan juga menyerahkan uang jaminan sebesar Rp. 100 juta kepada majelis hakim yang diterima oleh panitra, Daniel Siki, saat gelar sidang di pengadilan Tipikor klas 1A Kupang di Jalan Kartini No. V Kelurahan Kelapa Lima Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 10 Juni 2015.

Selain uang serta Tim Kuasa Hukum, istri terdakawa,  Lunga Bebi Wadoe serta anak kandung terdakwa, Gregorius Pandango yang saat ini menjabat  sebagai ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat, turut dijadikan sebagai jaminan dalam permohonan penangguhan penahanan terhadap terdakwa.

Dalam surat permohonan penangguhan penahanan yang dibacakan oleh salah satu kuasa hukum terdakwa, Yanti Siubelan mengatakan, saat ini terdakwa dalam keadaan sakit dan perlu mendapatkan perawatan insentif di Rumah Sakit Umum Prof. WZ. Johanis Kupang. Hal ini berdasarkan surat keterangan medis yang dikeluarkan oleh Dokter pada Rumah Sakit Bhayangkara Kupang. Olehnya, sebagai kuasa hukum terdakwa mengharapkan kepada majelis hakim yang mulia agar dapat memberikan penangguhan penahanan terhadap terdakwa.

“Kondisi klien kami saat ini tambah memburuk sehingga dirujuk dari Rumah Sakit Bhayangkara ke RSUD Yohanis Kupang. Kami harap majelis hakim dapat mengabulkan permohonan kami,” pintanya.
Sementara itu setelah melakukan diskusi panjang, Majelis Hakim memutuskan untuk menerima semua permohonan Tim kuasa hukum terdakwa dan menjadikan status terdakwa yang sebelumnya sebagai tahanan Rutan Klas II B menjadi tahanan kota.  “Setelah meneliti surat keterangan Dokter, kami terima permohonan penangguhan penahanan. Sehingga status terdakwa kini sebagai tahanan kota,” tegas Ida Bagus.

Pantauan Zonalinenews, meski terdakwa tidak dihadirkan dalam persidangan tersebut, namun puluhan kerabat serta keluarga terdakwa turut hadir mengikuti persidangan tersebut hingga sidang ditutup oleh majelis hakim. Sidang  akan kembali digelar pada Rabu, 17-06-2015 dengan agenda pemeriksaan saksi. (*amar ola keda)