Kerukunan antar Umat Beragama Di Kota Kupang Patut dicontoh

Walikota Kupang memberikan cindreramata

Walikota Kupang memberikan cindreramata

ZONALINENEWS – KUPANG, Kerukunan umat beragama di Kota Kupang patut dicontohi. Pasalnya, Kota Kupang yang mayoritasnya umat Nasrani dan minoritasnya umat Muslim serta diikuti agama – agama yang lain semuanya  mampu menjaga solidaritas antar umat beragama dengan baik. “Tujuan kami studi banding di Kota Kupang ini agar bisa  melihat lansung kerukunan dan toleransi  umat beragama sangat baik yang dimiliki di Kota Kupang sehingga contoh ini nantinya bisa diterapkan di Kabupaten klaten “ungkap Kepala Kasbangpol  Kabupaten Klaten Jawa Tengah  Herlambang Joko Santoso pada pertemuan Studi Banding antara Pemerintah Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kota Kupang di ruang rapat garuda balai Kota Kupang, Rabu 10 Juni 2015 pukul 10.30 wita.

Hadir dalam pertemuan kunjungan tersebut Wali Kota Kupang Jonas Salean, Kepala Kementrian Kantor Agama Kota Kupang Ketua FKUB Kota Kupang serta 17 anggota FKUB Kota Kupang yang terdiri dari  agama dari Muslim, Katolik, Protestan, dan Hindu. Hadir pula  Ketua FKUB Kabupaten Klaten serta 20 anggota  FKUB Kabupaten Klaten yang terdiri dari agama Muslim, Katolik, Protestan, Hindu dan budha, serta  staf Pemerintah Kabupaten Klaten lainnya.

Kepala Kasbangpol  Kabupaten Klaten  Herlambang Joko Santoso mengatakan, kerukunan antar umat beragama yang dipatuh dicontohi dan harus diterapkan di Kabupaten Klaten sehingga Kabupaten Klaten sendiri yang mayoritasnya umat muslim soladiritas kerukunan antar umat di Kabupaten Klaten bisa bagus seperti Kota Kupang.

Menurutnya, terjaganya soladaritas antar umat bergama di Kota kupang ini karena dukungan antar tokoh – tokoh agama masing dan Kepala Daerah sehingga hidup damai antar umat beragama ini bisa terjaga dengan baik. “Kita sejujurnya ingin berlajar dari Kota Kupang untuk semua toleransi, dan kerukunan untuk antar umut beragama sehingga apa yang kita dapat di Kota Kupang masalah toleransi antar umat beragama yang begitu kuat, tentunya  nanti akan kami diterapkan juga di Kabupaten Klaten, “katanya.

Sementara itu Pada kesempatan tersebut Walikota Kupang Jonas Salean mengatakan, studi banding ini sangat penting. Artinya untuk mengembangkan dan meningkatkan rasa soladiritas kerukunan antar umat beragama. Karena saat ini masih banyak kelompok – kelompor yang hanya mementingkan kepentinag masing – masing sehingg tidak inggin menjaga kerukunan antar umat beragama. Lanjutnya, untuk  pembagunan miniatur rumah ibadah di Kota Saat ini memang benar belum ada, tetapi Kota Kupang sendiri sudah ada lokasi untuk pembagunan miatur rumah ibadah. Namun lokasi tersebut dikerjakan hingga saat ini belum rampung juga, maka dari itu untuk pembaguna miniatur rumah ibadah kita harus menunggu rampung dari perkerjaan lahan tersebut. “Miniatur rumah ibadah ini fungsinya untuk kerukunan antar umat beragama di Kota Kupang bisa terjaga dengan baik selama – lamanya, “kata Jonas.

Untuk menjaga kerukunan antar umat beragama katanya, sangat tidak sulit Apa bila kita bisa saling komunikasi dengan baik. Dikatakan, masalah pembagunan masjid Batu Plat Kota Kupang itu sebenarnya sudah selesai, hanya saja ini semua sudah salah langkah dari awal pemerintahan yang lama. Dan apabila tidak ada masalah dari pemerintahan yang lama maka masjid ini sudah selesai dari lama juga. “Di Kota Kupang sendiri bukan hanya majid saja yang pembangunannya bemasalaha karena warga tidak setuju atau lahannya bermasalah tetapi ada juga tiga gereja Adven yang masalahnya sama ssehingga pembangunan gereja Adven pun bermasalh dan belum bisa dibagun, “unkapnya.

Ia menjelaskan, di Kota kupang rumah ibadah yang paling banyak adalah gereja Kristen Protestan dengan jumlah 262 diikuti oleh gerja Katolik 77 gereja, masjid 58, Pura Tujuh dan klenteng satu. “Kegiatan pemuda linlas gama di Kota kupang sendiri sering dilakukan sehingg dari kegiatan ini kita bisa mempererat kerukunan antar umat berakama di Kota kupang. Kegiatan kegamaan yang sering terjalin dengan baik di Kota Kupang itu ketika pada hari raya. Dimana hari raya natal dan paskah sering dilibatkan umat muslim. Dan lainnya untuk menjadi keamanan disetiap gereja – gereja. Begtitu juga dengan hari raya untuk umat muslim dan hari raya umat lain pemuda dari nasrani juga turut hadir untuk menjaga keamanan disetia rumah ibadah masing – masing, “jelas Jonas. (*hayer)