Mahasiswa PGRI NTT Serbu Rektorat Usir Samuel Haning

Anggota Dewan Pembina YPLP PT PGRI NTT, Drs. Fredik Bolang sedang memberikan semangat terhadap mahasiswa di kantor YPLP NTT, Kelurahan Kelapa Lima

Anggota Dewan Pembina YPLP PT PGRI NTT, Drs. Fredik Bolang sedang memberikan semangat terhadap mahasiswa di kantor YPLP NTT, Kelurahan Kelapa Lima

Zonalinenews, Kupang- Ribuan mahasiswa Universitas PGRI NTT, Sabtu 13-06-2015 menyerbu kantor rektorat kampus Universitas PGRI NTT. Mahasiswa menuntut Rektor Samuel Haning segera mengangkat kaki dari kampus PGRI NTT. Selain itu, mahasiswa juga menuntut untuk menempati ruangan kuliah yang saat ini masih ditempati oleh pihak Samuel Haning.

Menurut Koordinator aksi, Inosentio Natio, status Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) milik Samuel Haning saat ini sudah dibekukan oleh pihak Dikti. Olehnya, Samuel Haning saat ini bukan lagi menjadi Rektor Universitas PGRI NTT. Selain itu, menurut Inosentio, pihak Dikti juga akan terus membekukan user id PGRI NTT jika Samuel Haning masih menganggap dirinya sebagai rektor pada Universitas PGRI NTT. Jika Samuel Haning lanjutnya, tidak mau mengundurkan dirinya sebagai rektor maka produk ijasah yang ditandatangai oleh Samuel Haning tidak akan diakui oleh Dikti dan dianggap ilegal.

“YPLP PT PGRI NTT sah sehingga kami harus kembali ke kampus kami. Kami harap Samuel Haning segera pergi dari rektorat ini, karena dia Rektor palsu dan ami tidak mau punya rektor palsu,” teriak mahasiswa.

Kapolres Kupang Kota, AKBP. Musni Arifin dalam aksi itu mengatakan, sesuai laporan yang diterima pihaknya maka dalam waktu dekat pihak kepolisian akan mengumumkan status Samuel Haning. “Kami akan umumkan status Samuel Haning dalam aktu dekat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Dewan Pembina YPLP PT NTT, Drs. Fredik Bolang di hadapan ribuan mahasiswa mengatakan, YPLP PT NTT merupakan Yayasan sah yang telah mendapatkan legitimasi pihak Dikti sebagai penyelenggara Universitas PGRI  di NTT. Dirinya meminta kepada mahasiswa agar terus berjuang merebut kampus PGRI yang kini diduduki Samuel Haning.

“Saya minta kepada adik-adik mahasiswa agar tetap berjuang merebut hak kita. Jangan pernah mundur dan putus asa,” ujarnya.

Pantauan Zonalinenews, aksi mahasiswa tersebut dihadang ratusan aparat kepolisian dari Polres Kupang Kota. Setelah mendengar penjelasan Kapolres Kupang Kota, mahasiswa akhirnya memilih mundur dan kembali melakukan aksi dukungan terhadap YPLP PT PGRI NTT di wilayah Kelurahan Kelapa Lima. (*Amar Ola Keda)