Paket Sandel Mengabdi Untuk Masyarakat Sumba Barat Melalui Kedermawanan

Paket Sandel

Paket Sandel

Zonalinenews-Kupang, Calon Bupati Sumba Barat Umbu S. Samapaty,SH,MH dan Wakil Calon Bupati Sumba Barat Letkol Infantri Daniel Umbu Ndadar, SH atau Paket Sandelwood ( Samapaty N Daniel Waktunya Orang-Orang Darmawan). Dengan watak ini, Paket yang secara kemampuan ekonomi dan intelektual matang ini, terpanggil nuraninya dengan pulang kampung untuk membangun Kabupaten Sumba Barat tanah tercinta.

Karena kematangan ini membuat paket Sandelwood yang dermawan diharapkan setelah terpilih nanti menjadi Bupati dan Wakil Bupati yang tidak boleh korupsi karena kedermawanannya. Keinginan untuk terpilih menjadi Bupati dan wakil Bupati diwujudkan dengan Visi Misi paket Sandelwood. Demikian penegasan Umbu S. Samapaty pada acara Rapimwil VII Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Hotel Sasando Kupang Sabtu 6 Juni 2015.

Menurutnya Umbu Samapaty, Visi Misi Paket Sandel (Samapaty N Daniel) dengan program diantaranya Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang pendidikan dan kesehatan serta pemberdayaan ekonomi rakyat dan pembangunan infrastruktur dengan membangun sektor Pertanian, Peternakan, perikanan Kehutanan, serta Tata Kota. Tata kota bukan hanya penerangan jalan saja atau menciptakan kota yang indah, namum setahu dirinya yang merupakan putra Sumba Barat yang lahir besar di Sumba, dulunya tidak pernah ada banjir namum saat ini terjadi banjir di Kota sehingga dirinya, akan fokus perencanaan untuk Tata Kota yaitu pembanganun drainase sehingga tidak terjadi banjir dikota.

“Kalau kota ini indah bersih dan indah orang akan betah tinggal dan berkunjung, karena kita mempunyai potensi wisata yang sangat bagus,”ujar Samapaty.

Dia menambahkan, program peningkatan infrastruktur, adalah pembangunan jembatan dan pemenuhan air bersih serta membuka peluang investasi yang ramah lingkungan yang dikenal dengan istilah adalah Go Green.

program unggulan lainnya lanjut Samapaty, adalah program pegembangan pariwisata, kita punya potensi wisata yang sangat banyak di Sumba Barat, seperti pariwisata laut, Mengalitik , Pasola, dan keindahan bawah laut   termaksud 100 pantai terindah nomor 7 berada di pantai Sumba Barat. “Potensi-potensi ini yang harus dikelola dan dikembangkan dengan baik,” jales Samapaty.

Program berikut Kata Samapaty adalah program pengembangan kelautan, perikan laut bukan hanya mengelola isi laut tapi semua potensi kelautan harus dikembangkan. Dan di pantai Selatan Sumba Barat selain tekenal dengan lokasi selancar juga terdapat ikan yang paling mahal dunia yaitu ikan Blue Marlin, kalau ini bisa dikelola dengan baik akan berdampak pertumbuhan ekonomi kreatif bagi masyarakat.

Sementara di bidang Perternakan Menurut Umbu Samapaty, Pulua Sumba terkenal dengan pulau Sandel, untuk itu pihaknya lebih khusus akan mengembangkan ternak kuda sandel dengan sistim kawin silang, karena pertenakan ini sangat menjanjikan, harga seekor kuda kawin silang minimal per ekor sebesar 100 juta rupiah . “Kalau kita datangkan pejantan yang baik seandainya kita punya sepuluh ekor penjantan dan dikawinkan maka dalam setahun kemudian peternak kuda bisa menghasilkan 500 juta atau lebih per tahun.

Dibidang Birokrasi Paket Sandel jelas Samapaty, akan melakukan reformasi birokrasi dengan model peningkatan kinerja birokrasi serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat dengan pola memberikan insentif bagi birokrat yang berprestasi hal ini akan mendorong para birokrat untuk lebih kraetif dan selalu memacu untuk lebih berprestasi.

Dibidang pendidikan yaitu pendidikan murah dan gratis degan metode mendekatkan pelayanan pendidikan diantaranya mendirikan Universitas di Kota Waikubabak karena baru-baru ini yang terjadi soerang mahasiswa Thelogia asal Sumba Barat meninggal dunia diperkosa akibat pulang malam karena letak Universitas yang jauh. “Untuk itu pihaknya akan menfokuskan programan pendidikan muragh dan gratis di Sumba Barat,”ujar Samapaty.

Fokus program lainnya adalah peningkantan pelayanan kesehatan dengan cara mendirikan rumah sakit yang berkualitas yang menjangkau masyarakat. (*tim)