Pesawat Batik Rusak, Penumpang Terlantar Dibandara El Tari Kupang

Desidirius Patiwua

Desidirius Patiwua

ZONALINENEWS – KUPANG, Puluhan penumpang Pesawat Batik Air dengan tujuan Kupang – Jakarta di terlantarkan di Bandara El Tari Kupang selama kurang 13 jam, kejadian penundaan berlangsung Senin 15 Juni 2015. Dari pukul 07.30 wita sampai pukul 11.00 wita, Penundaan keberangkatan disebabkan karena adanya kerusakan pesawat Batik Air.

 “Ketika pukul 11.00 ada pemberitahuan lagi kita dijanjikan pemberangkatan akan dilanjutkan pada pukul 16.00 wita menggunakan pesawat dari Ujungpandang, tetapi hingga saat ini juga kita belum mendapat kepastian keberangkatan tersebut, “kata salah satu penumpang anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang Desidirius Patiwua kepada wartawan di Bandara El Tari Kupang, Senin 15 juni 2015 pukul 20.00 wita.

Menurut Desidirius, penundaan keberangkatan dari pihak managemen Batik Air ini hingga tiga kali penundaan. Penundaan yang pertama baru di informasikan kepada penumpang waktu pukul 11.00 wita, dan dijanjikan akan diberangkatkan lagi pada pukul 16. Wita. Dan yang terakhir kita disuruh menunggulagi pemberangkatan nanti pada pukul 20.30 wita.

Dikatakan, penundaan pemberangkatan dan yang belum pasti ini sangat membosankan. pasalnya, keberangklatan kita hari inggin mengadiri kegiatan Komisi I DPRD Kota Kupang di Jakarta. “Kita merasa merasa diterlantarkan karena penundaan sejak pukul 7.30 wita hingga pukul 20.00 wita dari pihak managemen Batik air hanya memberikan kita snak dan minuman air mineral, “kata Desidirius.

Ia mengatakan, penundaan keberangkatan ini pihak manajemen Batik Air sudah menyuruh semua penumpang untuk mengisi formolir untuk pengambilan uang kompensasi sebesar Rp 300.000,. “Uang kompensasi sebesar Rp 300, 000 ini tidak diberikan secara langsung tetapi kita mengisi formulir yang dicantumkan dengan nomor rekening masing – masing penumpang, “ungkapnya.

Dengan kejadian ini katanya, pihak manajemen Batik Air sangat tidak profesional karena hingga saat ini belum ada kejelasan keberangkatan juga. “Kita anggota Komisi I DPRD Kota Kupang malam ini harus berangkat karena tujuan keberangkatan kita ini adalah tugas di Jakarta yang akan di laksanakan, Selasa 16 Juni 2015 pukul 09.00 Wib. Penumpang yang ingin berangkat untuk menjalankan tugas di Jakarta bukan kami saja anggota DPRD Kota Kupang tetapi ada juga Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Ngada yang tujuannya tugas sama seperti kita juga, “jelas Desidirius dengan wajah kesal.

Ketika ingin menggantikan penerbangan denagan pesawat Garuda ujarnya, harga yang ditentukan oleh managjemen Garuda sudah menaikan harga tiket hingga delapan juta perorang. Itu pun bukan tujuan Jakarta tetapi tujuan Denpasar.

Pantauan Zonalinenews di Bandara El Tari Kupang seluruh penumpang merasa gelisah dengan keadaan keberangkatan yang belum pasti ini.

Hingga berita ini ditayangkan menejeman Batik Air belum berhasil dikonfermasi terkait penundaan keberangkatan penumpang (*sari)