Polres Flotim Lidik Pekerjaan Kubus JTP Wailebe

Kasubag Humas Polres Flotim Erna

Kasubag Humas Polres Flotim Erna

Larantuka,Zonalinenews-Kepala Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Kabupaten Flores Timur (Flotim), Benediktus Herin mengatakan, kubus Jembatan Tambatan Perahu (JTP) wailebe yang berlokasi di Wailebe, Kecamatan Wotan Ulumado, roboh saat peroyek tersebut sedang di kerjakan. Kubus roboh pada tanggal 5 maret 2015 lalu, sehingga harus dilakukan adendum.

“semua sudah dijelaskan kepada DPRD Kabupaten Flotim saat rapat Pansus. Kami juga sudah sampaikan kepada Polisi saat kami dimintai keterangan. Proyek itu kami jalankan sesuai dengan keputusan Presiden (keppres),” tutur Herin saat memberikan Klarifikasi kepada Gertak di ruang kerjanya pada selasa, 09 Juni 2015.

Kadis Herin menjelaskan, Dishubinfokom Flotim pada tahun 2014mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk proyek pembangunan JTP wailebe. Proyek itu dimulai penadatanganan kontrak pada tanggal 06 Oktober 2014, dengan nomor kontrak Dishubkominfo/027/39/PP/2014. Pada tanggal 8 oktober 2014 dilakukan pematokan bersama semua pihak di lokasi, dan pada tanggal 9 Oktober 2014 dilakukan pengukuran bersama. Saat pengukuran diketahui volume rill lapangan tidak sesuai dengan volume yang ada dalam kontrak. Pada 10 oktober 2014, PPK meminta pengehentian sementara pekerjaan, karena adanya sengketa lahan antara masyarakat Tobilota dan wailebe.

Pada tanggal 21 Oktober 2014 2014, kontraktor diperintahkan untuk melanjutkan pekerjaan, dan pada tanggal 22 Oktober 2014 dilakukan adendum berkaitan dengan pekerjaan tambahan akibat perbedaan antara perhitungan volume rill lapangan dengan dokumen kontrak.

“Pada tanggal 22 Desember 2014 dilakukan adendum kontrak ke dua. Ahkir kontrak maret 2015 kami mengetahui ada perintah penyelidikan. Saya menyampaikan, kubus roboh saat masih dalam proses pekerjaan yakni pada tanggal 5 maret 2015. Sementara batas ahkir pekerjaan 13 maret 2015, dan di PHO pada 12 maret 2015,”katanya.

Diberitakan sebelumnya, kasus proyek pembangunan JTP Wailebe sedang dalam penyelidikan Polres Flotim. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan. “dalam waktu dekat, penyidik Brigpol Ardian Lado segera ke Kupang untuk meminta saksi ahli pada Politeknik Undana untuk melakukan penghitungan teknis pekerjaan fisik proyek JTP,”kata kasubag Humas Polres Flotim, Erna Romakia.

Erna menjelaskan, Polres Flotim menerima laporan masyarakat mengenai penyimpangan pelaksanaan pengerjaan fisik JTP wailebe. Diduga pelaksanaan fisik proyek menyimpang dari rencana anggaran belanja (RAB) dan spesifikasi.

Proyek JTP dikerjakan oleh CV Leksi Topan dengan direkturnya Aleksander Arif. Konsultan perencanaan Servis Grup Consultan.(*Polce Atakey)