Pria Asal Boru Yoseph Aniaya Pasangannya Hingga Patah Tulang

MAV bersama ayahnya

MAV bersama ayahnya

Zonalinenews,Larantuka-Yoseph Atapukan, Pria Asal Boru  menganiaya MAV merupakan wanita asal Timor Leste, dari Los Palos. Dengan cara memukul, menendang, hingga melepar MAV dengan botol Bir. Akibatnya sebagaian tubuhnya mengalami luka dan patah tulang.

Ketika di temui di sel Polsek Boru, pada Kamis , 11 Juni 2015 Yoseph Atapukan menutrukan, tindakan kekerasan itu dilakukan saat memanggil MAV untuk menyusui anak hasil perkawinan antara dirinya dan MAV. “Saya panggil dia untuk susu anak, tapi karena kelamaan datang saya emosi dan memukulnya. Saya pukul itu karena ada sebab, bukan sekedar memukul,”ujarnya.

Dirinya juga siap menjalan proses hukuman hingga putusan hukuman yang ditetapkan oleh penegak hukum, sesuai dengan perbuatan yang dilakukan.

Kapolsek Boru,Ahmad Wiratama ketika di temui di ruang kerjanya, menutrukan, Yoseph Atapukan melakukan kekerasan terhadap tunangannya MAV, di kediaman mereka. Merasa di rugikan pihak keluarga MAV melaporkan kejadian itu, kepada Polsek Boru untuk di tangani secara hukum.

Ia melanjutkan, yoseph diancam 5 tahun penjara, karena malakukan kekerasan terhadap perempuan.

MAV, ketika di temui di Boru, menuturkan, saat Yoseph Atapukan memanggilnya untuk menyusui anak, sedang mengalami rasa sakit pada bagian operasi. Sehingga dirinya lama datang ketika dipanggil .”Saya bukan tidak mau menyusui anak, saat itu luka bagian operasi sedang sakit. Karena saya tidak cepat menyusui anak, Dia (Yoseph Atapukan) langsung memukul, menendang, dan melempasr saya dengan botol bir. Saat itu saya tidak sadarkan diri, hingga saya di hantar ke Puskesmas terdekat,”jelasnya.

Ayah MAV, Emanuel Dasilva menuturkan, saat kejadian dirinya berada di Maumere, menghadiri tabisan diakon salah satu keluargnya dari Dili. “saat kejadian saya ada di Maumere hadiri tabisan Diakon keluarga di Ledalero. Ketika ditelfon anak saya (MAV) saya langsung kembali, dan tiba di Boru anak saya suda tidak sadarkan diri. Saya langsung menangis karena melihat anak saya di pukul tanpa ada rasa prikemanusiaan,”kesalnya.

Menaggapai itu, Kepala Seksei iteljen (Kasi intel) kejaksaan Negeri Larantuka, Yohanes menuturkan, perbuatan Yoseph Atapukan sangat melawan hukum. Dismping menghamili anak di bawah umur, dia juga melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap MAV, sehingga diancam dengan pasal berlapis.

“tindakan Yoseph Atapukan itu melawan hukum dan bisa di ancam pasal berlapis.Yoseph Atapukan di ancam Dengan Kitap Umum Hukum Pidana (KUHP) pasal 351, dan pasal 81 undang-undang perlindungan Perempuan dan anak, dengan ancaman 15 tahyn penjara,”tegasnya.

Ia melanjutkan lagi, tindakan itu harus di hukum dengan seberat-beratnya hal itu menjadi efek jerah kepada pelaku, dan orang lainnya yang dengan sengaja melakukan tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak. (*polce Atakey)