TPDI Sebut Hukum Percobaan Bagi Pelaku Pemblokir Bandara Ngada Cerminan Mafia Peradilan

Kordinator TPDI Petrus Selestinus

Kordinator TPDI Petrus Selestinus

ZONALINENEWS-NGADA, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus ketikan dihubungi melalui telepon ketikan dikonfirmasi terkait hukuman percobaan bagi para tersangka pemblokiran Bandara Ngada, Senin 1 Juni 2015, Pukul 18.00 Wita kepada Zonalinenews mengungkapkan, TPDI sangat prihatin atas Hasil Keputusan Hakim Pengadilan Negeri Bajawa Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur (NTT) dibawah pimpinan Ketua Majelis Persidangan, Hiras Sitanggang, SH yang memutuskan hukuman percobaan enam bulan kepada dua puluh tiga orang pelaku pemblokiran Bandara Tureleoo Soa Kabupaten Ngada.

Menurut dia, keputusan yang sangat jauh dari dakwaan penuntut yang menuntut dua tahun penjara, subsidier enam bulan kurungan ditambah denda tujuh ratus lima puluh juta rupiah terhadap masing-masing terdakwa menunjukan mafia peradilan terjadi dalam perkara ini dan mencerminkan wajah Hakim tidak konsisten menegakan supremasi hukum di daerah.

Ditambahkan, rasa keadilan hukum masyarakat semakin tercoreng di Nusa Tenggara Timur oleh hadirnya hakim-hakim yang memutus perkara dengan seturut kehendak.

“Keputusan yang dipalu oleh Pengadilan Negeri Bajawa terhadap para pemblokir Bandara Turelelo Soa Kabupaten Ngada, itu namanya gila. Dari awal sudah diprediksi bahwa kasus ini akan menjadi obyek transaksi para pihak yang dimotori oleh Bupati Ngada Marianus Sae sebagai aktor intelektual kasus ini,” ujarnya

Dikatakan , Mafia Peradilan dalam putusan perkara Pemblokiran Bandara Tureleoo Soa Kabupaten Ngada dilakukan untuk kepentingan Pemilukada Ngada yakni untuk membebaskan Bupati Ngada Marianus Sae dari jeratan hukum agar lolos dari jeratan hukum dan bisa kembali maju sebagai Calon Bupati dalam Pemilukada Daerah.

 Ketika kasus ini bolak balik antara Polda NTT dan Kejati NTT, itu membuktikan bahwa kasus ini sudah melibatkan orang-orang kuat di NTT. Polda NTT sudah menetapkan Bupati Marianus Sae sebagai tersangka pemberi perintah pemblokiran bandara lalu mengembalikan penyelidikan perkara ke Penyidik PPNS Perhubungan, itu kan scenario yang dilakukan dengan tau dan mau. “ Pertanyaannya mengapa tidak sejak awal Polda NTT menyerahkan perkara ini ke PPNS ataupun menyertakan PPNS dalam melakukan penyelidikan perkara. Dari kejadian ini nampak jelas adanya upaya keras untuk membuat kasus ini mengambang,” ungkap Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus.

TPDI melalui Koordinator Petrus Selestinus menyebut wajah buruk pengadilan dalam perkara ini nampak jelas dan sebutan mafia peradilan layak dialamatkan kepada Majelis Persidangan Perkara Pimpinan Hakim Hiras Sitanggang, SH. TPDI juga menegaskan mosi tidak percaya TPDI terhadap Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bajawa pimpinan Hakim Hiras Sitanggang, SH yang luput mengambil pertimbangan rasa keadilan hukum bagi masyarakat, sebab selain mempertimbangkan faktor para terdakwa,

Kata Selestinus, Majelis Hakim wajib mempertimbangkan ancaman keselamatan penumpang atau nyawa puluhan manusia yang ada dalam Pesawat Merpati saat itu akibat ulah sekelompok orang melakukan pemblokiran bandara atas perintah atasan. Diakhir keterangan pers, Petrus Selestinus memastikan TPDI serius menyikapi Putusan Hukuman Percobaan yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Bajawa dan akan segera melakukan langkah nyata terhadap perilaku hakim, dugaan transaksi kepentingan ataupun adanya mafia peradilan Kasus Blokade Bandara Turelelo Soa Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur. (*wrn)