Usai Membunuh Melki Tutupi Tubuh Korban Dengan Rumput

Rekontruksi  pembunuhan Markis Mako

Rekontruksi pembunuhan Markis Mako

Zonalinenews – Kupang , Meki Benu Tersangka pembunuhan terhadap salah seorang karyawan Hotel On The Rock Markis Mako. peristiwa itu berawal adanya pertengkaran  keduanya yang menyebabkan tersangka menghabisi nyawa korban.Kepada wartawan Minggu 14 juni 2015 Kapolsek Kelapa Lima Polres Kupang Kota AKP I Nyoman Budi Artawan mengatakan bahwa rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut dilakukan pada pagi hari di beberapa tempat untuk menghindari amukan massa terutama dari pihak keluarga dan kerabat korban.

I Nyoman Budi Artawan selaku kapolsek Kelapa Lima Kupang Kota mengatakan ,dalam rekonstruksi yang dimulai pada pukul 07.00 wita hingga pukul 10.00 wita dan lebih dari 70 adegan dan perubahan, disesuaikan dengan hasil visum dokter ahli, keterangan tersangka serta saksi pendukung menunjukkan sangat sinkron dan tersangka pun tidak dapat mengelak.Dia menjelaskan, hubungan tersangka dengan korban cukup dekat, bahkan sudah saling mengenal bahkan sering jalan bersama.”Pada hari Minggu 24 Mei 2015 lalu, saat korban terakhir kali hilang, korban diajak oleh pelaku untuk pergi menjenguk paman tersangka yang sementara dirawat di RS Bhayangkara, sehingga keduanya bertemu di depan Apotik Sonbai, Kuanino. Setelah itu, tersangka yang tidak mampu mengendarai sepeda motor pun dibonceng oleh korban ke RSB,” jelasnya.

Rupanya, korban tidak membawa tersangka ke RSB namun bergerak menuju Jalan Piet A Talo, dan hendak pergi ke tempat karaoke (X-2).
Setelah itu, terjadilah pertengkaran keduanya lalu korban membawa tersangka ke arah RSS Oesapa, karena tersangka merasa curiga dan takut dengan ancaman korban akan menghabisinya dengan sebilah pisau, maka tersangka langsung memukul korban belakang korban Kemudian berlari ke semak-semak.

Setelah itu, korban berlari mengikuti tersangka namun tersangka berhasil merebut pisau tersebut dari tangan korban dan berbalik menyerang korban hingga menikam korban di bagian dada.Namun, korban masih sadar dan berbalik menyerang tersangka, dan terantuk sehingga pisau tersebut mengenai kaki kiri tersangka hingga robek dan berlumuran darah.Tersangka kemudian menyerang korban yang saat itu terantuk pada batu dan jatuh sehingga tersangka langsung mengambil kesempatan itu kemudian menghabisi korban hingga tak bernyawa lagi.

Usai membunuh korban, tersangka menutup korban dengan baju yang dikenakan korban dan mengambil rumput kering guna menutup tubuh korban, kemudian motor korban didorong oleh tersangka menuju Terminal Oebobo.Setelah itu dia pergi menyewa pick up di depan Pasar Naikoten untuk membawa motor tersebut ke salah satu keluarganya di Labat.Akan tetapi karena alamat yang dicari tak kunjung ditemukan lalu supir pick up meninggalkan motor tersebut di pinggir jalan, lalu diamankan oleh warga setempat di Polsek Oebobo.

Terkait dengan barang bukti sebilah pisau yang digunakan untuk membunuh korban, tersangka mengaku telah membuangnya di Jembatan Liliba, kini masih ditetapkan dalam daftar pencarian barang bukti tersebut.Setelah itu, tersangka pun pergi ke Oesapa Timur lalu menumpang bus tujuan Niki-Niki, TTS, lalu pergi ke Atambua dan bersembunyi dari perbuatannya tersebut.Pihaknya lebih memfokuskan pada perbuatan tersangka saat menghabisi nyawa korban, bahkan tersangka pun sulit untuk terbuka dalam memberikan keterangan kepada penyidik.

Budi Artawan meminta agar pihak keluarga korban tetap tenang dalam menantikan proses hukum dan keadilan bagi korban dan tidak terpancing emosi dengan perbuatan tersangka.(*Sari)