Warga Heran, Ada Petugas PLN Foto Modul Sehen

Pertemuan dengan petugas  PLN di Riung

Pertemuan dengan petugas PLN di Riung

Zonalinenews-Ngada, Aksi foto-foto modul lampu sehen yang dilakukan oleh petugas PLN Ngada di setiap rumah warga turut memprihatinkan dan mengandung banyak tanya bahkan heran, sebab ada seorang menggunakan sepeda motor warna hitam jenis supra, mengenakan helm hitam dengan tas bergelantung di dada, turun dari motor, memegang HP kamera lalu foto modul sehen di atap rumah-rumah warga Dusun Damu, Desa Benteng Tawa, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada, Minggu, 29 Juni 2015.

Aksi foto ini berlangsung sekitar pukul 16.00 wita. Warga yang lagi bersantai di halaman rumah turut bertanya, siapakah pria tersebut? Kok datang foto-foto modul sehen? Aksi tersebut selain mengandung banyak tanya, pria tersebut sempat dikerumuni warga lalu bertanya: Foto-foto buat apa la? Ternyata setelah ditanya, pria ini memberi penjelasan bahwa dirinya adalah salah seorang utusan dari PLN Ngada untuk foto modul sehen di setiap rumah pelanggan sehen di wilayah desa Benteng Tawa.

Dirinya yang bernama Patris Zola kepada media ini menjelaskan bahwa tujuan dari foto modul sehen bahwa PLN Ngada akan Back Up (penyokongan) modul sehen. ”Setelah foto akan upload lalu kirim ke Jakarta. Saya hanya datang foto sekaligus menjlankan perintah dari atasan, ”demikian kata Zola.

Untuk diketahui, beberapa bulan lalu petugas sehen juga pernah melaksanakan aksi cabut sehen di rumah-rumah warga secara tidak santun. Tindakan para bawahan PLN Ngada dilapangan turut menyakiti hati para pelanggan bukan hanya di wilayah desa Benteng Tawa tapi Kecamatan Riung Barat pada umumnya juga mengalami hal yang sama. Terkait sikap tidak santun tersebut, Jumat 27 Juni 2015 telah berlangsung pertemuan para kepala desa sekecamtan Riung Barat tepatnya di Kantor Camat Riung Barat di Maronggela mengenai kenyamanan bagi para pelanggan sehen sekaligus kritik terhadap PLN Ngada yang sewenang bersikap tak santun sat penarikan sehen di rumah-rumah warga. Akhirnya disepakati dua tuntutan yakni validasi data dan reorganisir data dalam hubungan PLN dengan agen-agen kontrak oleh PLN serta agen-agen kontrak dalam hubungannya dengan pelanggan yakni para warga pengguna lampu sehen.

Thor Seno , salah seorang warga Maronngela sesal dengan atraksi tak santun oleh para petugas lapangan, menaiki rumah warga, cabut modul sehen meski tak ada tuan rumah. ”Kami tuntut dua hal tadi, karena memang kami sangat sesal dengan para petugas sehen beberapa bulan lalu yang datang tarik sehen seperti atraksi monyet mencuri buah dari kebun warga”, ungkapnya per telepon sembari mengakhiri kisahnya.(*S Intan)