Anggota Tuding Ketua DPRD TTS Rendahkan Martabat Lembaga

Ilustrasi Palu sidang

Ilustrasi Palu sidang

Zonalinenews-Soe, Anggota DPRD TTS tuding Ketua DPRD TTS Jean Neonufa lemahkan harkat dan martabat lembaga DPRD, pasalanya secara diam-diam Ketua DPRD TTS diduga telah menarik kasus hukum perampasan palu pimpinan DPRD TTS yang dilakukan oleh PNS tahun 2014 lalu, akibatnya penarikan ini, Bupati TTS tidak pernah mengindahkan undangan DPRD TTS dalam rangka Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengenai terlambatnya proses lelang proyek pada tahun 2015 yang sudah memasuki  semester dua tapi belum ada realisasinya.

Rapat Dengar Pendapat berlangsung Senin 6 Juli 2015. RDP di buka oleh Ketua DPRD Jean Neonufa, Wakil Ketua Imanuel Olin dan Alek Kase dihadiri sejumlah anggota. Pada kesempatan tersebut Soleman Seu Anggota DPRD TTS mengatakan bahwa ketidakhadiran Bupati karena ulah ketua DPRD yang dengan secara diam-diam menarik kembali kasus perampasan palu yang dilakukan sejumlah PNS.

” Ketua secara diam-diam telah menarik kembali kasus yang di tangani pihak penagak hukum tanpa menyampaikan kepada kita semua secara lembaga, sehingga eksekutif dalam hal Bupati tidak pernah mengindahkan undangan rapat sebab martabat dewan tidak ada lagi ,”Ucapnya.

Soleman sesalkan sikap pimpinaan DPRD yang diduga diam-diam dan melakukan nego. Lembaga ini dipertaruhkan namum anehnya lagi persoaln ini telah kita laporkan bersama-sama, mereka buat sendiri, sehingga undangan kita berulang kali tidak direspon, lembaga ini dilecekan esksekutif.

“ Pimpinan yang membuat lembaga dianggap remeh, jadi tolong jaga nama lembaga dan kedepan jagalah martabat DPRD TTS,”Ungkapnya.

Anggota DPRD Sefrit Nau saat di diberikan kesempatan mengaku kaget dengan apa yang telah disampaikan keloganya Soleman Seu.

” Lembaga ini hancur kalau dibiarkan seperti ini. Saya kaget kalau pimpinan mengambil tindakan sendiri tanpa tanpa pemberitahuan kepada anggota mengambil langka menarik kasus hukum,”ujarnya.

Sefrit selaku anggota DPRD merasa kecewa  sakit hati  dan dilecehkan.”Selaku pimpinan yang diberikan kewenangan untuk  mengurus lembaga secara kedalam keluar jagalah, jangan buat diam-diam karena ini menyangkut nama lembaga,”Pintanya.

Sefrit menegaskan baik dan buruknya nama lembaga ada ditangan pimpinaan sehingga perlu introspeksi diri.

Ketua DPRD TTS Jean Neonufa dalam jumpa pers Selasa 7 Juli 2015 malam mengaku akan menyelesaikan persoalan ini secara lembaga.” Masalah itu kami akan selesaikan secera internal lembaga,”Ucapnya.

Informasi yang dihimpun media ini bahwa persoalan kasus hukum penarikan palu sidang pimpinan telah ditarik atau tidak dilanjutkan proses hukumnya karena diduga adanya desakan dari keluarga para pelaku. (*sam)