Balai Sungai Wilayah Nusa Tenggara II Penuhi Permintaa Warga Pasir Panjang

Pekerjaan pembangunan pengaman pantai Pasir Panjang

Pekerjaan pembangunan pengaman pantai Pasir Panjang

ZONALINENEWS – KUPANG, Untuk mencegah penolakan  warga Kelurahan Pasir Panjang, Kota Kupang terkait dengan proyek pekerjaan pembangunan pengaman pantai pasir Panjang yang dikerjakan oleh PT. Astra Mandala Abadi yang bisa mengakibatkan pasir laut pasir panjang bisa menjadi hilang. Saat ini Balai Sungai Wilayah Nusa Tenggara II telah melakukan perubahan lebar volumen pekerjaan. Hal ini diungkapkan PPK Sungai Dan Pantai I Pahlawan Perang kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa 30 juni 2015 pukul 14.30 wita.

Menurut Pahlawan, perubahan lebar volume pekerjaan yang dilakukan pihaknya semua ini semata – mata hanya untuk memenuhi permintaan warga Kelurahan Kelapa Lima yang sempat menolak adanya pekerjaan tersebut.

“Perubahan yang kami lakukan ini buka atas kemauan kita tetapi semua ini untuk memenuhi permintaan warga yang merasa degan adanya pekerjaan ini bisa mengakibatkan pasir laut pasir panjang menjadi hilang. Perubahan lebar volume yang kita lakukan adalah dari sesui perencanaan kegiatan yang sudah ada dalam RAB direncankan lebar pekerjaan tersebut 8,5 meter akan dikurangkan menjadi 2,4 meter, “katanya.

Ia mengatakan, pekerjaan yang dilakukan ini tidak merusak existing tembok penahan yang pernah dikerjakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang disepanjang tempat proyek tersebut. “Pekerjaan ini direncanakan dari awal selebar 8,5 meter ini akan dilakukan dari bibir tembok penahan gelombang yang pernah dikerjakan oleh Pemkot Kupang itu. Dan ketika pekerjaan ini harus dikerjakan. Namun, mendapat penolakan dari warga setempat kita lakukan pengurangan volume lebar sehingga apa yang menjadi keinginan warga itu bisa kami bisa buktikan dan warga sendiri bisa merasa puas dengan tidak hilangnya pasir pantai pasir apnjang itu seperti apa yang ditakuti warga setempat, “ujar Pengeran.

Dengan adanya perubahan lebar volume katanya, pekerjaan yang dilakukan hasilnya tidak sekuat seperti apa yang sudah direncanakan dari awal pekerjaan tersebut. “Pengurangan lebar volume tentunya akan berdapak juga dengan pengurangan material seperiti batu pengisi, timbunan reklamasi yang mengunakan sertu atau tanah putih dari gunung  dan pasangan batu. Pengurangan material semua ini tentunya selain mengurangi lebar timbunan, bisa juga berpengaruh dengan ketahanan atau kekuatan pekerjaan tersebut”,jelasnya.

Dikatakan, dengan adanya penguranag lebar volume timbunan ini tentunya kita akan melakukan pengalihan volume untuk pekerjaan jembatan yang nantinya bisa digunakan oleh warga setempat untuk melakukan aktifitas ke pasar oeba tanpa harus melalui jalan besar lagi.

Lanjut Pangeran, dengan labar 2,4 meter tentunya pekerjaan ini hanya bisa dilakukan penataan kubus beton saja pada bibi existing pembok penahan yang sudah dikerjakn oleh Pemkot Kupang sepanjang 2,34 meter. Sementara itu sisa pekerjaan sepanjang 2,66 meter tersebut itu di Rt 13 akan kita lakukan dengan sesuai perencanaan dari awal.

Sementara Kepala Proyek PT. Asta Mandala Abadi Oktoviano F. D Niron, ST ditempat terpisah kepada wartawan mengatakan, ketika ada instruksi adanya pengurangan lebar volume dari Balai Sungai Wilayah Nusa Tenggara II pihaknya sebagai pekernya tentunya ikut perintah tersebut. Pasalnya, perubahan tersebut sudah sesuai kesepakatn pihak – pihak yang berkaitan dengan warga. “Pekerjaan kita tetap lanjutkan saja karena apa bila ada perubahan lebar volume tentunya, perubahan yang sepanjang 2,34 meter ini tetntunya hanya dipasangi blok beton saja. Sedangkan pekerjaan yang ada pada Rt 13 sepanjang 2,66 meter yang saat ini ada pada titik nol pekerjaan kita kerjakan sesuai dengan perencanaan awal. Dan saat ini kita masih fokus kerja pada Rt 13 karena tempat tersebut adalah titik nol dari proyek ini, “katanya. (*hayer)