Dam Truk Terjungkal, Tiga Orang Meninggal di Tempat

Dam truk  Kuning bernomor polisi L 9672 UV terbalik

Dam truk Kuning bernomor polisi L 9672 UV terbalik

 Zona Line News-KEFAMENANU, Sebuah dam truk  kuning bernomor polisi L 9672 UV, yang  dikendarai Ferdinan Faot, Selasa 14 Juli 2015 sore, sekira pukul 17.30 Wita terjungkal di Desa Oesoko, persis di sebuah belokan satu kilometer dari obyek Wisata Tanjung Bastian arah Wini-Ponu.

Kejadian itu dipicu sopir yang diduga mabuk minuman keras (miras) nekad memuat penumpang sebanyak 40 orang hingga tidak bisa terkontrol. Hal ini mengakibatkan tiga orang meninggal di tempat dan satu orang meninggal saat dirujuk ke RSUD Atambua.

Disaksikan Media ini saat tiba di Puskesmas Wini, Rabu 15 Juli 2015 siang, pukul 11.40 Wita sebuah pick up hitam DH 8182 DD dalam proses mengevakuasi dua orang korban patah tulang ke RSUD Atambua. Sementara empat orang pasien yang mengalami pendarahan kepala dan luka berat sudah dirujuk sebelumnya. Tampak warga memadati puskesmas setempat. Situasi cukup tegang. Para bidan dan dokter sibuk mengurus pasien. Anggota Lantas pun sudah ada sementara kasat Lantas Polres TTU, AKBP Theotasar Ngulu belum tiba di TKP.

Di bagian depan ruang jaga puskesmas setempat, tampak beberapa pasien anak dan ibunya menjerit kesakitan. Di bagian UGD pun demikian. Tampak di bagian lantai ada bercak darah kental. Para keluarga terkait pun berada di samping pasien,

“Saat celaka dong tapoa semua. Saya kan jalan duluan dengan motor. Kan kami banyak yang pakai motor. Anak saya dengan opanya di atas mobil itu. Saat sampai rumah bilang oto terbalik, jadi kami langsung datang lihat, untung anak saya tidak apa-apa,” Ungkap Siprianus Suru dan Angela Elu yang saat itu menggendong anaknya  Henderikus Elu (4) dengan luka ringan di kepala.

Keadaan di Puskesmas masih terlihat tegang. Pasalnya, ada pasien yang menderita benturan cukup berat dan masih menunggu untuk dirujuk ke RSUD Atambua, “Yang satunya mengalami benturan cukup berat tapi keluarga masih berunding apakah dirujuk ke Atambua sekarang (Kemarin) pakai pick up atau masih tunggu ambulans,”Ungkap dokter Stela Salu.

Pukul 21.20 Wita Kasat Lantas AKP Theotasar Ngulu pun tiba di Puskesmas Wini dan Langsung melakukan pengecekan data-data yang dihimpun anggota lantas. Tak berselang lama, pukul 21.50 wita kasat lantas bergeser ke TKP.

Saat tiba di lokasi keadaan cukup gelap. Tidak ada perumahan. Tampak satu belokan arah Ponu-Wini sebelum TKP. Mobil terbalik persis di sebelah kanan arah barat, tepat di sebuah deker kecil.
Terlihat pada aspal tidak ada jejak bekas rem ban mobil. Hanya beberapa goresan tebal di aspal sekitar dua meter sebelum mobil terjungkal, seperti digoresi benda besar. Jurang tidak begitu tinggi. Sekitar lima meter. Terlihat Mobil sudah terbalik utuh ke kanan. Ada beberapa pohon yang patah. Ban mobil pun utuh dan tidak pecah. Hanya ban kiri bagian dalam mobil yang nyaris habis. Terlihat beberapa pasang sendal tercecer di bagian bukit kanan. Anggota lantas pun langsung melakukan olah TKP.

Kasat Lantas, AKP Teo  Ngulu saat dikonfirmasi mengatakan, setelah melihat langsung TKP dan keadaan truk, insiden tersebut diduga merupakan kelalaian sang pengemudi. Selian itu, kapasitas muatan melebihi standar, “Ini kan dum truk seharusnya muat barang bukan orang. Sopir lalai kan karena kapasitas muatan 40 orang. Apalagi kendaraan tidak punya pegangan jadi saat belokan memicu untuk terbalik,”Ungkapnya

Dikatakanya, pihaknya akan mengusahakan untuk mencari keberadaan sang sopir. Namun, menurut Informasi, sang sopir pun menyerahkan diri dalam keadaan selamat di Polsek Biboki selatan, Rabu 15 Juli 2015 pagi. Informasi yang dihimpun, mobil yang terbalik itu ditumpangi lingkungan Maesmolo, Kelurahan Humusu C, Kecamatan Insana Utara, saat melakukan kegiatan ziarah jalan salib orang muda katolik (OMK) tahunan, oleh pemuda keuskupan agung Atambua sejak, Minggu 12 Juli 2015. Saat itu mereka pulang mengantar Salib OMK dari Ponu dan kembali ke Wini, diarak-arak motor dan Sembilan lingkungan paroki Wini.

Romo Kanisius Oki Pr Deken Dekenat Mena, saat dijumpai Wartawan di rumah duka almarhum Gabriel Sele Kebo (40), mengatakan, kegiatan tahunan pemuda keuskupan agung Atambua sejak, Minggu 12 Juli 2015 dari Dekenat Mena, “Ada pesan dari bapa Uskup Atambua agar meneguhkan setiap keluarga korban bahwa musibah tersebut sebenarnya tidak diinginkan, Ini kan ziarah untuk semua umat secarah keseluruhan. Jadi, ada anak kecil juga,”Singkatnya.

Salah seorang Dokter di Puskesmas Wini, Stela Salu mengatakan, pukul 18.30 Wita sebanyak 34 pasien tiba di puskesmas setempat. Dibawah menggunakan sebuah mobil pick up. Tiga diantaranya seperti dua orang remaja laki-laki dan perempuan serta satu pria dewasa meninggal di tempat saat kecelakaan. Selain itu, satu pasien ibu yang mengalami cedera berat di bagian kepala, meninggal saat dirujuk ke RSUD Atambua, “Jadi total yang meninggal ada empat. Tiga meninggal di tempat satunya saat dirujuk ke RUSUD Atambua,”Ungkapnya.

Dikatakannya, enam pasiel luka berat dirujuk ke RSUD Atambua. Satu orang meninggal saat dirujuk, “Pasie lainya pulang karena dalam kondisi cukup baik dengan luka lecet dan sudah dijahit dan rawat jalan saja. Jadi, yang saat ini sedang dirawat  (Puskesmas Wini) di ruang UGD ada empat pasien, “Ungkapnya.

Informasi yang dihimpun, sang sopir sebelumnya diduga minuman keras (miras) saat hendak melakukan ziarah. Saat pulang dari Ponu menuju Wini, sang sopir tidak dapat mengontrol stir yang dikemudikanya hingga terjungkal. Saat kejadian sopir pun melarikan diri.

Mobil yang terbalik tersebut ditumpangi sekitar 40 orang. sementara 34 orang mengalami luka cedera kepala, luka robek, tangan dan kaki patah, dan jari putus. Yang meninggal di tempat tiga orang, Redemtus Koa (13), Gabriel Sele Kebo (40), Elfiana Taus (18), dan Marta Suni (40) saat dirujuk ke RSUD Atambua. (Devv)