Diduga Ada Mafia Tiket Pesawat Pada Managemen Citilink

Agen Citilink

Agen Citilink

ZONALINENEWS – KUPANG, Diduga ada mafia tiket pesawat pada saat arus mudik perayaan hari Raya Idul Fitri 1436 H, pasalnya dua penumpang pesawat Citilink tujuan Kupang – Surabaya gagal berangkat, masing – masing, Edy Subiantoro dan Bejo Sulistyono yang sudah memegang Boarding Pas dan berada di ruang tunggu penumpang, Rabu 15 Juli 2015 di Bandara El – Tari Kupang akhirnya kecewa dengan manajemen maskapai Citilink.

Salah satu penumpang pesawat Citilink yang gagal berangkat Edy Subiantoro kepada wartawan mengatakan, dirinya berada di Bandara El – Tari sejak pukul 08.30 wita. untuk melakukan cek in karena pesawat Citilink berangkat dengan tujuan Surabaya yang tertera dalam tiket pada pukul 10.00 wita.

Menurutnya, ketika pukul 10.00 wita pesawat Citilink bergerak untuk terbang baru dirinya mengetahui pesawat yang akan ditumpanginya sudah mau terbang dan dirinya bersama salah satu temannya harus gagal berangkat hari ini.

“Pada saat saya berada di ruang tunggu saya duduk tepat di pintu keberangkatan nomor satu, dan ketika pesawat itu mau berangkat sama sekali tidak ada pengumuman yang menggunakan alat pengeras suara. Dan akhirnya semua penumpang yang naik pesawat melalui pintu nomor dua, “katanya

Edy mengatakan, dirinya juga sangat kecewa degan manajemen Citilink karena dirinya yang seharusnya berangkat untuk hari Raya bersama keluarga di Surabaya namum akhirnya gagal berangkat lantaran  kinerja manegemen Citilink yang sangat tidak profesional ini.

“Sebenarnya kita statusnya memagang Boarding Pas harus diprioritas untuk pemberangkatan, ketika kita belum naik di pesawat petugas harus melakukan pencarian di ruang tunggu untuk memberikan informasi. Namun yang terjadi malah petugas hannya berteriak ditempat saja dengan cara manual. Bagaimana bisa terdegar saat ini musim mudik hari raya tentunya penumpang sangat padat, maka dari itu harus menggunakan alat pengeras suara agar semua penumpang bisa mendengar informasi tersebut, “ungkapnya.

Dijelaskan, setelah kejadian ditinggal pesawat dirinya langsung melapor ke pihak sekurity bandara dan, dari pihak sekurity lansung mengarahkan kami untuk bertemu dengan managemen maskapai Citilink. Ketika pertemuan itu bersama managemen maskapai Citilink terjadi kami langsung diarahkan untuk mendapat kompensasi penundaan keberangkatan hingga tanggal 19 Juli 2015 mendatang usai hari Raya Idul Fitri.

“Dengan adanya penundaan keberangkatan ini kami sangat menyesal seharusnya kami bisa berhari raya bersama keluarga yang saat sangat dinanti – nantikan istri dan anak  di Surabaya , “tegasnya dengan nada kesal.

Untuk keberangkatan sesuai  jadwal tanggal 15 Juli 2015 katanya, tiket yang didapati dengan harga Rp 1,700 lebih, sedangkan tiket yang diberikan kepada kami untuk tanggal 19 Juli mendatang sama seperti tiket  pertama hari ini. Namun kita cek kembali di agen tiket traveloka untuk pemberangkatan menggunakan pesawat Citilink dengan tujuan Kupang – Surabaya pada tanggal 19 Juli 2015 mendatang itu hanya Rp 1, 203 saja. “Perbedaan harga tiket ini kita menduga ada permainan – permainan yang tidak bagus dalam managemen Citilink. Pasalnya, musim mudik seperti ini penumpang yang ingin mudik sangat berani membeli tiket pesawat dengan harga tinggi yang penting bisa berangkat dan pulang kampung untuk merayakan hari raya bersama keluarganya masing – masing dikampung halaman.

General Manager (GM) Citilik, Tian Nugraha yang di konfirmasi Zonalinenenws melalui Telepon Celulernya, Rabu 15 Juli 2015 pukul 13.30 wita. mengatakan, pada saat kejadian tersebut dirinya tidak berada dilapangan. “Kejadian tadi saya tidak ada dilapangan, yang ada anak – anak saja. Jadi para teman – teman media mohon menunggu sebentar agar saya berkoordinasi dengan petugas yang dilapangan terlebih dahulu agar bisa mengetahui kejalasan persoalan tersebut yang terjadi dilapangan, “katanya.

Sementara ketika  disingung wartawan terkait dengan pengunaan seat tempat duduk kedua penumpang yang gagal berangkat, apakah digunakan orang lain. Dirinya hanya menjawab tidak ada penumpang lain yang mengisi seat dua tempat duduk penumpang tersebut dengan nomor tempat duduk 7B dan 7C. Namum secara pembuktian pun tidak diisi seat tersebut pihak managemen Citilink tak mampu untuk dibuktikan degan data keberangkatan yang dimiliki oleh managemen Citilik.

“Dua seat itu kita kosongkan. Sedangkan masalah pembuktian itu kita tidak bisa tunjukan kepada wartawan karena ini adalah rahasia perusahaan, yang hanya diketahui oleh perusahaan saja tidak boleh ditunjukan kepada pihak lain, “ungkapnya. (*hayer)