Diduga Jasad Tahanan Rutan Klas II B Kupang Terlantar, Keluarga Mengeluh

Rutan Klas II B Kupang

Rutan Klas II B Kupang

Zonalinenews-Kupang, Diduga Tahanan (Rutan) Rumah Tahanan Klas II B Kupang, Goristo Saekoko meninggal dunia di RSUD W.Z. Yohanis Kupang Minggu 19 Juli 2015. Selama ini almarhum merupakan tahanan rutan Soe dan dipindahkan ke Rutan Klas II B Kupang, jenazah almarhum dikirim pulang ke kampung halamannya Kabupaten TTS, Soe dengan ambulance milik RSUD Profesor W. Z Yohanes Kupang pada senin 20 Juli 2015 pukul 22.00 wita. Namum sangat disayangkan ketika jasad Goris Seokoko tiba di kampung halamannya mayat Goristo hanya diantar oleh sopir ambulance RSUD W. Z Yohannes Kupang, tanpa di temani oleh petugas Rutan. Demikian diungkapkan pihak Keluarga, Okto Nabunome lewat pesan singkat yang dikirim ke radaksi zonalinenews Rabu 21 Juli 2015.

Menurut Okto, keluarga sampai saat jasad Goris Sakoko tiba di kediaman belum mengatahui penyebab kematian almarhum, namum keluarga dikejutkan ketika sopir Ambulance minta uang sebesar 300 ribu rupiah untuk jasa sopir ambulance dan 1.850.000,- (satu Juta delapan ratus lima puluh ribu rupiah untuk pengantian biaya pembelian peti jenazah.

“Keluarga masih bertanya pada saat meninggal dunia, korban merupakan tahanan Rutan Kelas II B Kupang namum sampai mayat tiba dikediamannya tidak satupun petugas Rutan yang mengatar jenazah Goris Saekoko ke rumah. Penyebab kematian Goris juga kami tidak tahu, dimana tanggung Jawab Rutan ,”keluh Okto lewat SMS.

Sementara itu Kapala Rumah Tahanan Kelas II B Kupang ketika di konfermasi Rabu 22 Juli 2015 pukul 13.00 wita di Rutan kelas II B Kupang , terkait persoalan ini tidak berada di tempat , salah seorang petugas Polsuspas , Jimmy ketika ditemui sejumlah wartawan di Rutan untuk meminta agar betemu dengan pimpinan untuk klarifikasi terkait persoalan ini, Jimmy menyatakan bahwaa Karutan masih berlibur di Jawa. “Bapak Karutan masih libur , kemungkinan bapak besok atau Jumat depan (31 Juli 2015) baru tiba di Kupang,”Jelas Jimmy.

Ketika wartawan mengajukan pertanyaan bahwa ingin bertemu dengan Wakil Ka Rutan atau Humas untuk menyampaikan klarifikasi terkait persoalan tersebut , petugas Jimmy menyatakan bahwa wakil juga sedang keluar , jadi yang bisa memberikan klarifikasi terkait persoalan tersebut tidak berada di tempat. “ kaka-kaka wartawan datang saja besok jumat 24 Juli 2015 atau Jumat depannya lagi 31 Juli 2015 karena bapak masih libur Lebaran,” jelasnya.

Kepala Instalasi kamar mayat RSUD W. Z Yohannes Kupang, Okto Boymou Ketika dikonfermasi Rabu 22 Juli 2015 pukul 13.00 wita via telpon membenarkan bahwa Goristo Saekoko di rawat di rumah sakit. Almahrum meninggal di RSUD Yohnnis Minngu 19 Juli 2015 karena penyakit , dan almarhum merupakan tahanan  yang saat itu sedang dalam masa pengobatan di RSUD W. Z . Yohannes Kupang.

Menurut Okto Boymau, memang benar ada biaya 300 ribu rupiah untuk biaya tranportasi sopir ambulance serta 1.850.000.- untuk pengantian biaya peti jenasah. Sedangkan biaya pakian almarhum ditanggung pihak Rutan ,”ungkap Okto. (*tim)