Dinas Pertanian dan Kodim 1625 Ngada, Tanam Perdana

TNI dan Dinas Pertanian Tanam Perdana di Persawahan Pu'un Ke'o Desa Benteng Tawa

TNI dan Dinas Pertanian Tanam Perdana di Persawahan Pu’un Ke’o Desa Benteng Tawa

Zonalinenews-Ngada, Upaya mendukung program swasembada pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Ngada melaksanakan Upaya Khusus Pertanian melalui Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) yang diselenggarakan di hamparan sawah Pu’un Ke’o, Desa Benteng Tawa, Kecamatan Riung Barat, Ngada.

Kadis Pertanian Ngada, Korsin Wea dalam penjelasannya kepada para kelompok tani mengatakan, swasembada pangan secara harfiah berarti usaha untuk kelola potensi alam, bekerja dan hasilnya bisa dinikmati. Program swasembada yang dimaksud untuk peningkatan hasil yang tepat sasar khususnya peningkatan hasil panen padi, jagung dan kedelai. Untuk peningkatan hasil padi, diadakan GP-PTT Padi. Untuk kabupaten Ngada, tanam perdana ini dilaksanakan di Desa Benteng Tawa. Dengan luas areal 115 hektar.

”Tahun ini tanam perdana di laksanakan di desa Benteng Tawa”, ungkapnya demikian.

Tambahnya lagi, potensi yang ada harus dimanfaatkan secara maksimal melalui berbagai usaha. Bantuan dari pemerintah hanya sebagai rangsangan, sedangkan usaha dan kemandirian petani dalam berusaha harus ditingkatkan dan tetap dipertahankan.

”Kita punya lahan, kita punya air, jangan malas untuk kelola. Lucu, kalau di Benteng Tawa yang potensi bagus ini, masyarakatnya masih makan nasi yang berasnya didatangkan dari desa tetangga. Untuk itu, pihak pertanian bersama TNI tetap kawal secara ketat”, guyon Wea.

Selain itu lanjutnya juga bahwa tahun ini akan ada perbaikan saluran, peningkatan saluran tersier atau parit cacing, dan perintisan jalan tani di hamparan wakalope serta perbaikan embung di hamparan waesaok. ”Kami sudah agendakan semua, ada beberapa bagian yang harus kami kerjakan tahun ini. Tinggal masyarakat mau sedikan lahan untuk pembagunan tersebut atau tidak”, harapnya demikian. Dirinya berharap supaya masyarakat harus ikut berbagai aturan teknis penanaman, perawatan padi secara baik dan benar. Karena ini demi petani sendiri.

Anis Soro selaku bagian teknis pertanian juga tegaskan terkait dengan bantuan dana pengerjaan parit cacing atau jaringan irigasi tersier itu dikerjakan oleh kelompok yang mendapat dana tersebut. Dana tersebut dikirim dalam bentuk rekening kelompok dan kelompok sendiri yang gunakan untuk pengerjaan parit cacing. Dinas pertanian hanya usahakn bansos sebatas saluran tersier.

Sedangkan terkait bendungan dan embung, pihak dinas pertanian akan koordinasi dengan dinas pekerjaan umum supaya adakan perbaikan bendungan dan pembangunan embung sehingga saluran kecil memadai apabila saluran utama diperbaiki atau dibangun secara baik. ”Nah, dari dinas pertanian hanya bantu dana untuk bangun parit kecil, itu berarti saluran utama mestinya dibangun terlebih dahulu agar memudahkan air mengairi sawah”, tegas Soro.

Kades Benteng, Amandus Yordan juga menghimbau agar warga yang notabene petani harus ikut aturan menanam seperti yang diajarkan oleh pihak dinas pertanian melalui petugas penyuluh lapangan yang selalu ada bersama masyarakat.

”Kita sebagai warga harus patuh dan taat dengan aturan pertanian yang ada. Jangan kita ikut kemauan kita sendiri. Jalankan seperti apa yang diperintahkan”, demikian ajaknya

Untuk diketahui turut hadir adalah Dandim Ngada melalui Pasi Ops Kapten Supryadi bersama anggota, PPL Riung Barat, Ketua Gapoktani Benteng Tawa. Pihak pendamping yang dikepalai Babinsa Riung Barat serda Sulaiman memang tidak sempat hadir karena keluarga dekat meninggal dunia. Warga Desa Benteng Tawa, jajaran pemerintah desa dan jajaran TNI dan dinas pertanian mengucapkan tulus turut berduka. Atas prakarsa beliau bersama semua pihak, tanam perdana di desa benteng tawa bisa terjadi. (*S intan )