Jelang 17 Agustus, POL PP Jangan Usir Penjual Aksesoris dan Atribut Bendera

Salah seorang penjual ATribut bendera di jalan Frans Seda

Salah seorang penjual ATribut bendera di jalan Frans Seda

Zonalinenews-Kupang, Memasuki bulan Agustus dan menjelang perayaan hari kemerdekaan indonesia 17 Agustus 2015 mendatang, tampak nuansa baru di sepnjang jalan Frans Seda tepat depan gedung museum NTT para penjual spanduk dengan beraneka ragam warna dan umbul-umbul.

Salah seorang penjaul , pace dilokasi itu mangatakan memasuki hari ke 3 penjualan di sepanjang jalan belum terlalu banyak peminat yang membelinya, baru beberapa saja tapi semangat saya tidak surut sampai tanggal 16 Agustus mendatang dan berharap banyak pengunjung . “hitung –hitung tambah penghasilan,”jelasnya.

Menurut pace dan beberapa penjual lainnya untuk tahun ini agak kewalahan dalam menjual atribut aksesoris umbul-umbul dan bendera,. Pedagang menyayangkan sikap pemerintah yang tidak menyediakan tempat bagi mereka seperti tahun lalu di EL-tari dan di Taman nostalgia. Tapi untuk tahun ini malah mereka tidak di fasilitasi tempat penjualan seperti di EL-tari ditutup dan juga dilarang berjualan di Taman nostalgia oleh Pol-PP dengan alasan mengganngu para pengunjung Taman. “Ternyata kami akan berjualan bukan mencuri dan sebagai bentuk memeriahkan perayaan HUT kemerdekaan keluh pace.

Lanjutnya , lebih pihaknya kerja seperti ini daripada mencuri karena tidak punya pekerjaan.

Pantauan zonalinenews Beragam atribut aksesoris umbul-umbul tersebut di jual bervariasi harganya tergantung besaran ukuran dan warnanya,di jual dari harga 300.000 yang besar dan harga 5000 sampe ukuran terkecil.

Umbul-umbul dan aksesoris atribut seperti spanduk bendera tersebut di ambil atau di order dari pengerajin rumahan/home industri kepada para penjual yang rata-rata pedagang kaki lima yang memanfaatkan moment menjelang perayaan 17 agustus karena sepi dagangan mereka dan juga ada yang memang pengangguran jadi memanfaatkan hal tersebut untuk mendapatkan pengahasilan tambahan, adapun sistem penjualan tersebut adalah bagi hasil,jadi para penjual tidak di gaji melainkan mendapat keuntungan dari hasil penjualan di luar harga yang di berlakukan owner pengerajin spanduk.

“POL-PP Jangan Usir Penjual Aksesoris dan atribut Bendera,”pinta Pace

Memasuki bulan Agustus dan menjelang perayaan hari kemerdekaan indonesia 17 Agustus nanti terlihat nuansa baru di sepnjang jalan Frans seda tepat depan gedung museum NTT para penjual spanduk dengan beraneka ragam warna dan umbul-umbul. (*casy)