JERIKO: Memahami Pancasila Perlu 9 Sadar

Jeriko Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Jeriko Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Zonalinenews-Riau, Jefri Riwu Kore Anggota Komisi X DPR RI menyayangkan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam dasawarsa ini telah memudar seiring dengan pengaruh globalisasi.

“Padahal pengimplementasian Pancasila sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk menangkal pengaruh negatif dari arus globalisasi, karena di dalam Pancasila terkandung nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang sesuai dengan kepribadian bangsa,” lanjut Jefri dalam seminar Nasional kerjasama MPR dengan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, Riau 1 Juli 2015.

Jefri atau akrab disapa Jeriko dalam makalahnya berjudul “implementasi demokrasi Pancasila dalam bidang sosial dan budaya” menjelaskan secara teori Pancasila lahir dari akumulasi pluralisme budaya NKRI dan sebagai miniatur bangsa. Dengan demikian Pancasila menjadi falsafah dan padangan hidup bangsa sehingga Pancasila adalah landasan moral bangsa.

Namun nilai-nilai Pancasila menjadi luntur akibat tabiat masyarakat yang terjebak dalam sistem yang koruptif, kolusi, dan nepotisme. Sama halnya juga terjebak dalam seks bebas, tawuran, narkoba, dan lain sebagainya merupakan dampak dari kemunduran pemahaman nilai-nilai Pancasila.

Oleh karena itu menurut Jefri, memahami Pancasila haruslah kontinue, penghayatan, dan pengamalan. Jika mampu dilakukan ketiga hal tersebut maka implementasi Pancasila akan menjadi etika yang terkandung dalam implementasi Pancasila. Manfaatnya adalah mampu menangkal pengaruh buruk dari globalisasi.

Salah satu cara untuk menangkal pengaruh buruk tersebut adalah dengan memberlakukan budaya “9 sadar”. pertama, sadar sebagai bangsa yang berpegang pada prinsip religius yaitu taat kepada Tuhan dan menjauhi larangan-NYA. Kedua, Sadar terhadap kepekaan lingkungan sekitar tentang hal yang baik dan hal yang buruk.

Ketiga, sadar untuk berlaku selaras, serasi, dan seimbang dalam memahami hak dan kewajiban, peran, fungsi, dan kedudukannya dalam amanah Tuhan Yang Maha Esa. Keempat, sadar untuk menjaga dan menciptakan keharmonisan dan kelestarian sumber daya biotik dan abiotik (interaksi terhadap lingkungan) berdasar peruntukan, fungsi, peran dan kedudukannya sebagai amal amanah Tuhan. Kelima, sadar terhadap nafsu yang dituntun pertimbangan akal sehat dan dilandasi budi luhur serta ajaran keyakinan agama sehingga tindakan menjadi berbudaya dan beradab. Keenam, sadar sebagai bangsa demokrasi Pancasila yang pluralistik, menghargai perbedaan, sportif, dan selalu mengutamakan kesepakatan (musyawarah) dan dipatuhi (informal, sosial, cultural, formal maupun yuridis). Ketujuh, sadar untuk menjunjung tinggi HAM (Sipol & Ekosob) untuk menciptakan keadilan, kesetaraan gender, kebenaran, dan keutamaan hidup. Kedelapan, sadar untuk berlaku disiplin, transparansi, kejujuran, dan tanggung jawab sosial dalam penyelenggaraan kehidupan untuk menciptakan keteraturan, ketertiban, ketentramanm kelugasan, saling percaya, kebersamaan, anti kekerasan dalam memperkuat persatuan kesatuan sehingga terhindar dari bentuk anomali (KKN). Kesembilan, sadar untuk mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, tanpa mengesampingkan kepentingan pribadi dan kelompok masyarakat.

“Berbagai kepentingan ini perlu diatur begitu rupa sehingga tercipta ke-harmonian,” tutup Jeriko Calon Gubernur NTT.

Ian Haba Ora juru bicara Jeriko Center yang dihubungi via seluler oleh media ini menjelaskan bahwa kegiatan Jeriko di Pekanbaru -Riau merupakan pelaksanaan jadwal kegiatan Badan Pengkajian tahun 2015 tentang seminar nasional provinsi kerjasama antara MPR dengan universitas-universitas. “Dalam waktu dekat ini Pak Jefri akan melakukan seminar nasional di NTT dalam rangka mensosialisasikan empat visi negara yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI di NTT,” ujar Ian yang juga seorang penulis buku.

Ian juga menuturkan kegiatan sosialisasi empat pilar negara sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai luhur kebangsaan diantara gejolak arus globalisasi yang semakin mendegradasikan moral masyarakat. “fenomena ini menjadi keprihatinan Jeriko untuk terus memprakarsai kegiatan-kegiatan sosialisasi empat visi kebangsaan di seantero daerah, ini juga sebagai tugas beliau dalam komposisi sebagai anggota badan pengkajian di DPR RI,” tutup Ian.(*tim)


TAG