Jeriko Minta Bareskrim Usut Tuntas Sindikasi Pengaturan Skor

Anggota DPR RI Jefri Riwu KoreZonalinenews-Jakarta, Jefri Riwu Kore Anggota Komisi X DPR RI meminta Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri segera menyusut dugaan rekaman pembicaraan terkait pengaturan skor laga sepak bola U-23 antara Indonesia dan Vietnam di SEA Games 2015 lalu. Pernyataan ini dikemukakan Jefri saat dihubungi via seluler oleh awak media  3 Juli 2015 terkait pernyataan Mantan Menpora Roy Suryo yang membeberkan adanya indikasi rekayasa pengaturan skor oleh orang dalam Kemenpora pimpinan Imam Nahrawi.

“Bareskrim Polri harus sigap dan segera mungkin memeriksa terkait indikasi rekayasa pengaturan skor yang telah dibeberkan oleh mantan Menpora Roy Suryo. Supaya semua tahu apakah ada mafia di Kemenpora atau tidak. Jangan-jangan ada tendensi lain dari pihak Kemenpora terhadap olahraga bola di Indonesia” tegas Jefri yang akrab disapa Jeriko.

Sebagaimana diketahui, Evan Dimas dan kawan-kawan seusai berlaga di SEA Games Singapura dan kembali ke tanah air dihantam isu pengaturan skor yang disebar pria berinisial ‘BS’ pada laga perebutan medali perunggu antara Indonesia dan Vietnam. Bahkan isu beredar jika Evan Dimas dan kawan-kawan serta pelatih turut serta dalam rekayasa tersebut. Terkait hal ini, Mantan Menpora Roy Suryo membeberkan bahwa kekalahan tim Garuda Muda di bawah kapten Evan Dimas disinyalir sengaja disebar dan direkayasa oleh orang-orang yang terkait dengan mafia sepak bola di Indonesia atau bisa saja dilakukan oleh oknum-oknum dalam lingkup Kemenpora itu sendiri dengan tujuan tertentu. Hal ini terkait dengan indikasi bentuk rekaman pembicaraan pengaturan skor laga Indonesia U-23 dan Vietnam U-23 di SEA Games 2015 lalu dibuat di lantai tiga gedung Kemenpora.

Roy saat itu mengatakan jika dugaannya dapat dibuktikan dengan melacak lokasi hasil rekaman yang beredar di media massa dengan metode CDRI (Call Data Record Information). Dalam CDRI itu ada nomor pengirim, penerima, durasi, lokasi, dan lain-lain. “CDRI ini ada di semua operator. Lebih bagus juga jika menggunakan metode penyadapan (intercepting) kayak KPK. Konten pembicaraannya akan terekam juga,” tutur Roy kala itu 1 Juli 2015.

Sindikasi yang diungkap Roy harus sesegera mungkin diusut agar tidak terjadi kejanggalan atau upaya penghilangan bukti oleh mafia bola. Untuk itu Jeriko meminta Bareskrim Polri secepatnya bertindak sesuai yang diungkapkan Roy, tegas Jefri mantan mahasiswa teladan seluruh Indonesia ini via seluler.

Ian Haba Ora juru bicara Jefri Riwu Kore saat dimintai tanggapannya terkait upaya Jeriko melapor ke Bareskrim Polri membenarkan yang dikatakan oleh mantan mahasiswa teladan seluruh Indonesia tersebut. “Benar jika Jeriko meminta Bareskrim Polri untuk segera menuntaskan dugaan pengaturan skor yang menurut Roy Suryo dilakukan oleh oknum dalam percakapan di lantai tiga gedung Kemenpora. Tidak hanya itu saja, Jeriko juga meminta Bareskrim segera menuntaskan masalah-masalah yang telah diadukan ke Posko Jeriko Center terkait gelar dan ijasah palsu yang marak di Indonesia,” tutup Ian. (*tim)