Jeriko Sebut Menpora Beda Kata dan Perbuatan Terkait Kisruh Sepak Bola Nasional

Anggota DPR RI Jefri Riwu Kore

Anggota DPR RI Jefri Riwu Kore

Zonalinenews-Jakarta, Jefri Riwu Kore Anggota Komisi X DPR RI menuding Menpora Imam Nahrawi telah berlaku tidak sportif membangun olahraga sepak bola di Indonesia. Bahkan Jefri yang akrab disapa Jeriko mengatai Menpora telah memiliki niat agar Indonesia disanksi FIFA. Tudingan ini ia lontarkan karena Menpora sampai saat ini tidak mau bertemu dengan PSSI yang dinahkodai La Nyalla Mataliti. Padahal hasil Raker antara Komisi X DPR RI dengan Kemenpora menyepakati agar pihak Kemenpora bertemu dengan PSSI pimpinan La Nyalla untuk menyelesaikan kisruh sepak bola tanah air.

“Menpora selalu mangkir dengan apa yang ia ucapkan. Perkataan tidak sesuai tindakannya. Disuruh bertemu PSSI La Nyalla malah bertemu dengan mantan ketua PSSI Djohar Arifin untuk bicarakan kisruh sepak bola dan masa depan timnas garuda masa depan. apa hubungannya Menpora dan PSSI jika ketemunya Djohar Arifin. Kenapa tidak sekalian ketemu Nurdin Halid (Ketum sebelum Djohar). Menpora itu sepertinya ingin Indonesia tetap disanksi,” ungkap Jeriko saat dihubungi awak media terkait kisruh sepak bola Nasional Jumat Sore 3 Juli 2015.

Calon Gubernur NTT mendatang ini mengatakan pertemuan itu sudah disepakati dalam Raker Komisi X DPR RI dengan pihak Kemenpora sejak 5 dan 6 Maret lalu, terakhir 10 Juni 2015. Namun dari tiga tanggal Raker tersebut tidak satu pun kesepakatan yang dilakukan oleh Kemenpora. Menpora malah berintepretasi lain maksud kesepakatan dari Raker 10 Juni agar Menpora bertemu PSSI La Nyalla.

“Tidak mungkin DPR menyuruh Menpora ketemu Ketum PSSI lama, sedangkan masalahnya dengan PSSI nya La Nyalla,” tegas Jefri.

Terkait dengan ego Menpora agar Indonesia tetap disanksi FIFA dan perilaku Menpora yang beda antara ucapan dan perbuatan, DPR RI mengancam tidak akan memberikan dukungan bagi penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia. “Pihaknya belum bersedia untuk membahas anggaran buat penyelenggaraan Asian Games 2018 jika Kemenpora belum bisa menyodorkan laporan pertemuannya dengan PSSI pimpinan La Nyalla Matalliti bukan Djohar Arifin,” tutur Jefri mantan Ketua GMKI Bali ini.

“Setelah itu dilaksanakan dan dilaporkan maka semua rancangan anggaran termasuk Asian Games 2018 baru akan kami bahas kembali,” aku Jeriko pada awak media.

Sebelumnya Komisi X DPR RI menginginkan agar Kemenpora islah dengan PSSI membahas kisruh keduanya dan sepakbola nasional. Tapi, Kemenpora bersikap lain dengan mengundang dan bertemu PSSI demisioner Djohar Arifin. Menpora beralasan PSSI pimpinan La Nyalla tidak sah setelah munculnya Keputusan Pembekuan. Sikap itu membuat Komisi X DPR RI geram dan membatalkan Raker bersama Menpora beberapa waktu lalu.

“Jika Menpora belum juga melaksanakan kesepakatan bersama Komisi X sampai lepas masa reses maka pembahasan anggaran tetap tidak akan kami laksanakan,” tutup Jeriko via seluler.(*tim)