Kasus Narkoba Di NTT Turun Hingga 50 Persen di Tahun 2015

Polda NTT Gelar Jumpa Pers

Polda NTT Gelar Jumpa Pers

Zonalinenews – Kupang, Pada semester I tahun 2015 sebanyak 7 kasus jumlah penanganan kasus narkoba yang ditangani polda Nusa Tenggara Timur ( NTT ). Demikian diungkapkan Kapolda NTT, Brigadir Jenderal Polisi, Drs . Endang Sunjaya, S.H , M.H , Selasa 30 juni 2015,pukul 17.00 wita bertempat di aula Polda NTT pada acara jumpa Pers jelang perayaan Hut ke – 69 tahun 2015 .

Menurutnya khasus narkoba selama Triwulan IV tahun 2014 dan Triwulan I tahun 2015 Polda NTT mengalami penurunan sebesar -50%.” Dengan jumlah penyelesaiannya 5 kasus berupa barang bukti (BB) dengan 1 paket ganja yang total beratnya 324,9 gram,tersangka atas nama Hairil alias Herry dan Abdul Haris alias Rijes. Kemudian dengan barang bukti (BB) berupa 2 paket Shabu dengan total berat 1 gram, tersangka atas nama Emilianus Ramone alias Emil. Barang bukti (BB) berupa 33 paket Narkotika jenis Sabu dengan total berat 12 gram, tersangka atas nama Ade Mllyan Haba. Barang bukti (BB) berupa 2 paket Narkotika jenis Sabu dengan total berat 5,86 gram, tersangka atas nama Jheni Widiayati dan Adi Rosadi. Dan jumlah tersangka sebanyak 6 orang , terdiri dari 5 orang laki-laki dan 1 orang perempuan, “ujarnya.

Menurut Endang, Sebanyak 2 kasus ,dengan barang bukti (BB) berupa 7 paket Narkotika jenis shabu dengan total berat 1,1391 gram,tersangka atas nama Ferdinandus Kumat alias Boy. Dan barang bukti (BB) berupa 7 paket Narkotika jenis Sabu dan 2 buah Bong (alat hisap sabu) dengan total berat 4.9477 gram, tersangka atas nama Yustinus Kenebudi , Angelina Wong dan Tjia Djiu Lie.

“Dalam menanggulangi narkoba, secara internal Polda NTT telah melakukan test urine kepada para anggotanya, serta masyarakat umum.Baginya khasus narkoba itu ibarat fenomena gunung es yang selama ini hanya terungkap di permukaan saja, sehingga harus ada kerjasama antara semua pihak diantaranya BNN, Dinas Kesehatan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat untuk mengungkap dan mencegah para pengguna dan pelaku narkoba, “ungkapnya.

Endang menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan ini selain merupakan kegiatan rutin pada setiap semesteran dalam satu tahun anggaran , dan juga sebagai bentuk pertanggungjawaban Institusi Polri Polda Nusa Tenggara Timur ( NTT ) kepada masyarakat dalam menyampaikan informasi publik yang berkaitan dengan situasi dan kondisi Kamtibmas terkini serta evaluasi implementasi kegiatan yang menjadi atensi publik yang perlu direspon secara obyektif melalui media.(*sari)