Kota Kupang Adalah Pintu Masuk Wisata Bagian Selatan Indonesia

Para turis sail indonesia di Kupang

Para turis sail indonesia di Kupang

ZONALINENEWS – KUPANG, Kota Kupang Adalah Pintu Masuk wisata bagian selatan Indonesia, Maka dari itu Sail Indonesia yang diselengarakan di Kota Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Pemenrintah Pusat merupakan betuk dari Wisata Maritim. “Sebelum melakukan tour mengunakan kapal layar ke tempat wisata lain yang ada di  Nusa Tenggara Timur (NTT) seperti  Kabupten Alor, Wakatobi, dan Pulau Komodo seluruh peserta harus melakukan penyinggahan terlebih dahulu di Kota Kupang. pasalnya Kota Kupang adalah sebagai tuan rumah acara Sail Indonesia 2015 atau Kota Kupang sendiri adalah pintu masuk bagi seluru peserta Sail Indonesia, “ungkap Wakil Walikota Kupang Hermanus Man kepada wartawan di Pantai Teddy’s Kupang usai mengahadiri acara penyabutan peserta Sail Indonesia 2015 dari berbagai negara, Rabu 29 Juli 2015 pukul 12.30 wita.

Dikatakan, Pemerintah Kota Kupang hanya bisa memberikan pelayanan kemanan dan kenyamanan kepada seluruh peserta Sail Indonesia yang berada selama di Kota Kupang. Menurutnya, sebelum para peserta ini melakukan tour ketempat wisata lain yang ada di wilayah NTT maupun luar NTT Kota Kupang adalah pintu masuk untuk para peserta. Maka dari itu kita sendiri tidak bisa mempromosikan tempat wisata lain. “Kota Kupang sebagai pintu masuk harus mempersiapkan atministarasi seluruh para peserta masuk disini dengan baik dan benar. Kegiatan ini juga kita berkerja sama dengan pihak keamanan seperti TNI AL, TNI AD, TNI UD dan Polri sehingga pelayanan keamanan yang didapati oleh seluru perserta itu bisa lebih baik, agar dimata dunia Indonesia ini adalah negara yang aman dan damai, “ungkapnya Hermanus.

Ia menyebutkan, bagi para peserta yang mau berkeliling kemanupun di daratan timor ini terserah mereka karena saat ini pemerintah sudah tidak lagi menyediakan kendaraan untuk para peserta. Tetapi saat ini pemerintah sendiri sudah bekerasama dengan pihak  swasta untuk mengambil alih  semua urusan tour para peserta ini. “Urusan tour bagi para peserta ini sudah dintagani oleh pihak swasta. Kita pemerinta hanya bisa menjadi perbanjangan untuk urusan semua ini. Contohnya, masalah harga itu para pengusahan harus bisa memberikan patokan harga terlebih dahulu ke pemerintah sehingga pemerintah sendiri bisa menyapaikan kepada para peserta tersebut. Kita tidak mengurus maslah tarif, sehingga apa yang kita sudah sampai kan masalah tarif ini kepada mereka nantinya mereka akan berbicara langsung ke tour oprator. Kita hanya bisa bilang ke mereka bahwah tour oprator disini dibayar, “jelasnya.

Seluh peserta katanya, tidak diwajibkan untuk menginab dihotel. “Seluruh peserta tidak diwabikan untuk menginap dihotel yang ada di Kota Kupang ini. Pasalnya, mereka hasur menjaga kapal mereka yang harganya bisa mencapai puluhan miliar ini. Memang kita sengaja untuk mengadakan pangung hiburan ditempat Pantai Teddy’s ini karena jaraknya lokasi ini sangat tidak jau dari kapal mereka, “jelasnya.

Ia berharap seluruh masyarakat bisa bekerja sama yang baik untuk menciptakan susana aman, nyaman, damai dan tentaram, sehingga NTT terutamanya Kota Kupang ini kedepannya wisatanya bisa lebih baik lagi dari daerah – daerah lain. “Bagi masyarakat Kota Kupang yang inggi berjualan kita tidak melarang tetapi harus berjualan yang baik, seperti mutu baranag dan masalaha harga untuk barang – barang kas NTT ini juga jagan terlampau mahal sehingga para peserta ini juga bisa tertarik untuk membelinya, “pinta Wakil Walikota itu. (*hayer)