Menperin Akan Penuhi Bahan Baku Industri

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman memberikan sambutan pada Diskusi Terbatas Terkait Perekonomian Terkini dan Industri Makanan dan Minuman disaksikan Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di Jakarta, 1 Juli 2015.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman memberikan sambutan pada Diskusi Terbatas Terkait Perekonomian Terkini dan Industri Makanan dan Minuman disaksikan Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di Jakarta, 1 Juli 2015.

Zonalinenews- Jakarta, Keluhan para pelaku usaha industri makanan minuman terkait pasokan bahan baku mendapat tanggapan serius dari Kementeriana Perindustrian.

Menteri Perindustrian Saleh Husin memastikan, pihaknya memperjuangkan penyediaan bahan baku demi kelangsungan usaha. “Bicara soal industri, jangan hanya terbatas melihat kepentingan pengusaha tetapi juga jutaan lapangan kerja bagi karyawan dan keluarganya,” kata Menperin usai acara Focus Group Discussion para CEO perusahaan makanan minuman dan pengurus Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) di Jakarta, Rabu malam (1/7/2015).

Menurutnya, pemerintah tidak akan mempertaruhkan aktivitas industri dan sebaliknya memperjuangkan pemenuhan kebutuhan industri.

“Jadi, kami di Kementerian Perindustrian terbuka pada masukan dan masalah-masalah yang dihadapi pelaku usaha. Ini sebagai dasar mengambil kebijakan yang tepat,” ujarnya. Beberapa kebutuhan bahan baku untuk industri yang mendesak dipenuhi adalah garam dan gula khusus industri.

Sebagai catatan, hasil harmonisasi Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) memasukkan industri pangan sebagai salah satu kelompok industri prioritas untuk dikembangkan.

Hingga kini, jumlah industri makanan mencapai 5852 unit usaha dengan tenaga kerja 832 ribu. Sedangkan usaha minuman dan tembakau sebanyak 1513 unit yang menyediakan pekerjaan bagi 422 ribu orang.

Pasokan bahan baku merupakan penggerak industri makanan dan minuman sekaligus memiliki arti penting dan strategis bagi perekonomian nasional. Karena, mendukung ketahanan pangan dan memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pembentukan PDB, penyerapan tenaga kerja maupun dalam perolehan devisa.

Pada tahun 2014, industri makanan dan minuman memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar Rp. 560,62 Trilyun (berdasarkan harga berlaku) atau memberikan kontribusi sebesar 29,95% terhadap PDB industri pengolahan non-migas. “Tahun lalu, ekspor industri makanan dan minuman sebesar USD 5,55 Milyar atau menyumbang 4,73 persen dari ekspor hasil industri,” ujarnya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman mengatakan, pihaknya selalu berkomunikasi dengan pemerintah untuk memastikan perkembangan industri. “Kementerian Perindustrian merupakan pembina industri. Kita juga selalu meminta arahan dan berlindung kepada Kemenperin,” ujarnya.

Sementara, Sudhamek AWS, Chairman Garudafood menilai komunikasi antar kementerian dan dunia usaha pada saat ini sudah jauh lebih baik dibanding masa lalu. “Ini membuat kita optimistis bahwa masalah-masalah yang ada akan dipercepat penyelesaiannya,” ulasnya.

Senada dengan ketegasan Menperin, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menegaskan pihaknya mendukung kebutuhan bahan baku dan bahan penolong bagi industri. “Apa yang dibutuhkan rekan-rekan pengusaha makanan minuman, akan kami perjuangkan bersama Pak Menperin dan kementerian lainnnya,” tegasnya.

Turut hadir pada FGD tersebut antara lain Kepala BKPM Franky Sibarai dan para CEO perusahaan produsen makanan minuman seperti dari Nestle, Coca Cola Indonesia, Wings, TPS Food, Kalbe Farma,  Cheetam dan Danone Aqua. (*tim)