Nola Sebut Pejabat Eksekutif dan Legislatif TTU “Hidung Belang”

ilustrasi kriminal

ilustrasi kriminal

Zona Line News, Kefamenanu- Dalam fakta persidangan di Pengadilan Negeri Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Rabu 8 Juli 2015 lalu, terkait kasus perdagangan anak dibawah umur,  MJD (15), salah satu siswi SMP di Kota Kupang pada beberapa perhotelan dan kos-kosan di Kefamenanu, majelis hakim mendapati adanya fakta baru. Fakta tersebut diungkapkan langsung terdakwa MO alias Nola (29), dimana menyebut sejumlah pejabat seksekutif maupun legislatif lingkup pemerintah kabupaten TTU. Terdakwa pun menyebut korban dipakai sebanyak 22 kali.

Disaksikan Media ini, persidangan yang dilakukan secara tertutup ini dipimpin Ketua majelis Dju Johnson Mira Mangngi, SH, MH, ditemani anggota Miduk Sinaga, SH dan Ezra Sulaiman, SH. Pukul 12.00 Wita terdakwa dan majelis hakim pun berhenti sejenak untuk makan siang. Sebelum keluar ruangan sidang, sambil memeluk beberapa anggota sidang dan menangis. Terdakwa dan PH pun bergeser ke ruangan tunggu terdakwa PN Kefamenanu.

Nola terus dikuatkan oleh penasehat hukumnya, Adelci Tey Seran, S.H, “Saya sebagai penasehat hukum akan membantu kamu kalau kamu mau jujur, kalau tidak jujur bapak hakim akan ikuti terus. Jadi, kamu harus jujur. Intinya itu saja, jangan orang lain yang enak kamu yang sengsara. Jujur saja nanti sidang lanjut ini,” Ungkap Tey seran sembari memeluk terdakwa yang saat itu mengusap air matanya.

“Karena dia (Terdakwa) bersalah ya tetap bersalah, hanya kami sebagai PH punya kewajiban untuk membela. Kami memohon kepada majelis hakim untuk mendapat keringanan setimpal dengan perbuatanya. Untuk pembelaan kami melihat dari fakta persidangan,” Ujar PH Terdakwa Adelci Tey Seran, S.H.

Terpisah Humas PN Kefamenanu, Miduk Sinaga, SH mengatakan, saat sidang lanjutan terdakwa pun membuka rahasia yang selema ini terjadi antara dia dan korban saat menjual MJD (14), siswi salah satu SMP di kota Kupang itu. Hal tidak terpuji itu dilakukan di beberapa hotel di Kefamenanu disertai receptinist salah satu hotel, Kos-kosan di kilometer lima milik terdakwa, “Jadi terdakwa membuka secara terus-terang soal apa yang dilakukan olehnya dan apa yang dilakukan terhadap korban,” Ungkap Sinaga.

Dikatakanya, sidang sudah dilakukan sebanyak tiga kali dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Terdakwa, lanjut Sinaga, dipakai oleh sejumlah pejabat legislatif maupun eksekutif dan pengusaha Bis serta salah satu receptionist pada salah satu hotel sebanyak 22 kali dihotel dan kos-kosan setempat, “Jadi ada fakta baru lagi. Dia (Terdakwa) menyebut oknum pejabat di TTU, pengusahan Bis juga ada. Namun, terdapat pula pihak-pihak lain yang belum diketahui.

Sidang yang akan dilaksanakan secara tertutup ini akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda tuntutan. Sidang tersebut turut hadir pihak LSM seperti PIAR dan Bengkel APPEK Kupang.

Untuk diketahui, korban MJD sebelumnya libur sekolah pada Juni 2014, korban diajak oleh terdakwa ke Kefamenanu dan tinggal di kos di jalan Eltari Kilometer 4 jurusan Kupang. Pada Agustus 2014, terdakwa menjual korban kepada seorang pria hidung belang. Setelah itu terdakwa membawa korban ke hotel dan losmen yang ada di Kota Kefamenanu, untuk dijual kepada lelaki hidung belang dengan tarif Rp 500.000 sekali kencan. (Devv)