Pembagunan Breakwater Dilaut Pasir Panjang Saat Ini Sangat Tidak Mungkin

Pahlawan Perang

Pahlawan Perang

ZONALINEWS – KUPANG, Terkait dengan perubahan desain pekerjaan pembagunan pengaman pantai pasir panjang di pantai pasir panjang Kota Kupang yang diminta oleh 300 warga Kelurahan Kelapa Lima sangat tidak mungkin. Pasalnya, apa bila mengikuti perubahan sesuai dengan permintaan warga untuk membangun Breakwater sangat tidak mungkin karena semua ini harus dibutuhkan kajian – kajian kembali. Hal ini disampaikan PPK Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Pahlawan Perang kepada wartawan diruang kerjanya, Kamis 23 juli 2015 pukul 12.30 wita.

Menurut Pahlawan, pekerjaan pembagunan pengaman pantai pasir ini jenisnya tidak mungkin dirubah desainnya lagi sesuai dengan permintaan warga sekitar. “Sesuai dengan pasang surut gelombang bagunan yang akan kita lakukan ini sangat cocok dengan laut kita. Apa bila kita ingin meruba desain ke Breakwater sesuai dengan permintaan warga setempat, karena pekerjaan Breakwater ini tidak bisa setempat saja nantinya akan menimbulkan dapak pada tempat yang lain. Dan apa bila pekerjaan Breakwater yang diminta masyarakat tetntunya kita harus membangun mulai dari Tempat Penampungan Ikan (TPI) Oeba terus lingga ke pantai lasiana sehingga bisa menjadi satu kesatuan. Maka dari itu permintaan warga ini sangat sulit kita penuhi karena pekerjaan Breakwater ini tidak semabang maka dari itu perlu ada kajian – kajian yang lebih lanjut lagi, “katanya.

Breakwater yang sesuai dengan permintaan masyarakat ungkap Pahlawan, bukan hanya bisa dibagun ditegah laut saja tetapi bisa juga ditepi refitmen  yang saat ini kita kerja dengan pemasangan kubus beton berfungsi juga untuk Breakwater, maka dari itu kita tidak mungkin merubah desain seperti apa yang diinginkan masyarakat. Dilanjutnya, saat ini yang kita hanya bisa merubah adalah pergeseran pekerjaannya ke darat bukan merubah desainnya. “Resetmen yang kita kerjakan saay ini juga fungsinya bisa untuk memecah gelombang seperti apa yang diharapakan masyarakat. Pergeseran yang kita lakukan ini dari semula pembangunannya lebar 11 meter saat ini kita kurangi hingga 8,5 meter dari lebar pantai kesluruhan 21 meter. Sehingga dengan pengurangan volume lebar ini bisa menjawab permintaan masyaraka yang mana pasir pantai pasir panjang itu tidak akan hilang, “ungkapnya.

Ditegaskan, pekerjaan yang kita lakukan ini juga tidak akan merubah disainnya atas dorongan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang yang mana akan bertangung jawab apa bila ada masalah dengan masyarakat pada saat kegiatan pekerjaan dilaksanakan. “Kita bekerja sesuai dengan permintaan masyarakat melalui Pemkot Kupang pada tahun 2014 lalu dimana warga sekitar sangat membutuhkan pekerjaan ini karena ketika air laut pada musim gelombang ditinggi di bulan Desember hingga bulan Maret warga setempat dipesisir pantai ini sering terkena musibah hingga rumah warga sampai rusak, “jelasnya.
Dijelaskan, saat ini aktifitas baru dilakukan pada Rt 13, sedangkan di Rt 07 kita belum melakukan pekerjaan sama sekali karena dari pihak Pemkot Kota harus menyelesaikan semua masalah yang ada pada warga. “Semua ini kewenangan ada di Pemkot kupang. Pasalnya, dari Baali sendiri tidak mempunyai masyarakat. yang mempunyai masyarakat itu adalah Pemkot Kupang, maka dari itu kita dari Balai bekerja ini sesuai permintaan masyarakat bukan asal kerja saja, “katanya.

Ia mengatakan, terkait dengan penguranagn lebar volume ini sangat tidak masalah karena, dari pihaknya bisa melakukan CCO. “CCO ini dilakukan karena pekerjaan ini masih terus berjalan, apa bila ada masalah kerugian negara dengan CCO ini kita bisa kembalikan uangnya ke negera kembali, “ujarnya Pahlawan.

Sementara itu ditempat terpisah Kapala Proyek PT. Asta Mandala Abadi Oktovianus F. D Niron mengatakan, saat ini pihaknya bekerja atas dasar perintah dari Balai yang nota benenya adalah pemilik proyek tersebut. “Kita kerja sesuai aturan dan perintah dari Balai saja apa bila Lasurh merubah desain kita akan ubahnya, tetapi apa bila diri pihak Balai juga menyuruh kita kerja sesuai dengan spesifikasi awal, ya tentunya kita ikut saja. Dan saat ini pekerjaan yang sementara kita lakukan adalah pekerjaan Refitmen, dan kita baru malakukannya penimbunan pada lokasi pekerjaan di RT 13 saja. Sedangkan di Rt 07 ini kita belum melakukan aktifitas karena belum ada arahan dari balai. Maka dari itu kita masih fokus pada lokasi pekerjaan di Rt 13 itu saja, “katanya.(*hayer)