Pembagunan Pengamanan Pantai Pasir Panjang Tetap Dibangun Sesuai Perencanaan Awal

Walikota Kupang Jonas Salean

Walikota Kupang Jonas Salean

ZONALINENEWS – KUPANG, Walikota Kupang Jonas Salean mengatakan, pekerjaan Pembagunan Pengamanan Pantai Pasir Panjang di Kelurahan Pasir Panjang Kota Kupang sepanjang 500 meter harus terus dibagun sesuai dengan perencanaan awal. Menurutnya, apa bila pekerjaan Pembagunan Pengamanan Pantai Pasir Panjang dirubah spesifikasinya sesuai denagn permintaan warga setempat atau salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakya Daerah (DPRD) Kota Kupang Adrianus Talli ini sangat tidak dimungkinkan lagi karena pekerjaan ini sudah di tenderkan, dan saat ini tingal dikerjakan saja.

“Saya sangat heran dengan penolakan 300 lebih warga terakit dengan pekerjaan Pembagunan Pengamanan Pantai Pasir Panjang. Pasalnya, Pembagunan Pengamanan Pantai Pasir Panjang ini merupakan permintaan dari warga Kelurahan Pasir Panjang yang pada tahun 2014 lalu terkena bencana gelombang pasang sehingga merusak sejumlah rumah warga setempat, “kata Walikota Kupang Jonas Salean Kepada wartawan dibalai Kota Kupang, Rabu 22 Juli 2015 pukul 12.30 wita.

Ia mengatakan, penolakan pembangunan tembok pengaman pantai umumnya bukan berasal dari warga yang tinggal di sekitar pesisir pantai, tetapi penolakan ini berasal dari  warga yang tinggal di kelurahan sama, tetapi  lokasi rumahnya berada di sebelah jalan Timor Raya, yang jauh dari pantai. “Kemarin saya baru turun ke lokasi pembangunan tembok pengaman pantai. Umumnya warga yang berada di wilayah pesisir sangat setuju dengan adanya pembangunan tembok itu. Mereka juga mengaku menunggu anggota DPRD Kota Kupang, yang menentang adanya pembangunan tembok pengaman pantai,” Ujar Walikota meniru ucapan warga pesisir Pasir Panjang.

Menurutnya, di DPRD Kota Kupang, yang palig ngotot  menolak pembangunan tembok pengaman pantai, adalah Anggota DPRD asal partai PDIP, Adrianus Talli. Padahal lanjut dia, Adrianus Talli merupakan DPRD yang pertama meminta agar pemerintah Kota Kupang segera mengupayakan pembangunan tembok pengaman pantai pasca terjadi bencana gelombang pasang disertai angin keras yang merusak warga pesisir Pasir Panjang. Tapi kenapa saat ini, beliau sendiri yang ngotot  menolak pembangunan tembok itu.

Dikatakan, pemerintah sudah berupaya dengan mengemis – ngemis ke Kementrian PU agar pihak kementerian dapat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan tembok pengaman pantai. Namun setelah dana sudah ada dan pembangunan sementara berjalan, justru ada penolakan dari sejumlah warga yang tempat tinggalnya jauh dari pesisir pantai.

” Saya sudah mendapat laporan bahwa alasan penolakan pembangunan tembok pengaman pantai karena warga takut pantai akan hilang dan habitat kepiting akan musnah. Yang diutamakan sebenarnya apa?. Pantai, kepiting, atau nyawa manusia. Adrianus Talli seorang sarjana teknik, dan seharusnya dia lebih mengerti soal konstruksi pantai, dan bukannya menentang pembangunan tembok pengaman pantai,” Ujarnya. (*hayer)